KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Ini kaitan antara emosi dan penyakit menurut Irma Rahayu

Selasa, 12 Mei 2015 08:25 Reporter : Sri Wiyanti
Emotional Healing Indonesia. ©2015 merdeka.com

Merdeka.com - "Manusia sehat adalah manusia yang seimbang dalam mengelola emosinya," tutur Founder Emotional Healing Indonesia, Irma Rahayu dalam bukunya 'Emotional Healing Therapy'.

Kemampuan seseorang mengelola emosinya berbanding lurus dengan kesehatan jiwa dan raganya, termasuk potensi seseorang melakukan aksi bunuh diri. Faktor emosi, lanjut Irma, menjadi 90 persen penyebab munculnya penyakit fisik.

Irma memaparkan, emosi merupakan energy in motion. Dari kata tersebut jelas bahwa energi itu bergerak dan harus berputar. Emosi ini terbagi dua, negatif dan positif. Emosi negatif salah satunya adalah rasa marah, sementara emosi positif salah satunya adalah rasa senang. Dampak yang ditimbulkan oleh emosi negatif yang mengendap di dalam diri seseorang sangat luar biasa.

"Sebenarnya, penyakit yang paling berat, yang paling bahaya itu bukan kanker, bukan jantung, bukan HIV, itu masih bisa sembuh karena ada support, support group," tutur Irma kepada merdeka.com, Selasa (5/5).

Menurut Irma, emosi negatif yang mengendap adalah penyebab berbagai penyakit tersebut, bahkan upaya bunuh diri. Irma menekankan pentingnya seseorang mengetahui penyebab terjadinya penyakit fisik maupun mental tersebut, serta awal emosi negatif tersebut terjadi.

"Mencari akar masalahnya, menetralkan energi negatif, dan mendapatkan solusinya secara tepat dan tentu saja melalui jalan yang benar," ungkap Irma.

Sebagai pakar di bidang emosi, Irma pun memaparkan beberapa penyakit serta kaitannya dengan emosi.

- Radang sendi: akibat dari perasaan tidak dicintai, ditolak, dan perasaan dikorbankan.
- Demam: akibat perasaan marah yang tidak mampu dikendalikan dan diekspresikan.
- Ginjal: akibat kekecewaan, perasaan gagal, dan rasa malu yang ditekan.
- Sakit maag: akibat rasa takut, cemas, dan perasaan tidak puas pada diri sendiri.
- Penyakit paru-paru: akibat putus asa, kelelahan emosional, dan luka batin.
- Sakit punggung: akibat ketakutan terhadap uang dan merasa terbebani.
- Sakit pinggang: akibat rasa tidak dicintai dan butuh kasih sayang.
- Penyakit jantung: akibat rasa kesepian, merasa tidak berharga, takut gagal dan marah.
- Kanker: akibat kebencian atau kekecewaan terpendam, serta makan hati menahun.
- Diabetes: akibat keras kepala, tidak mau disalahkan, dan keinginan untuk mengontrol.
- Glaukoma: akibat tekanan luka masa lalu, tidak mampu memaafkan.
- Jerawat: akibat tidak menerima diri sendiri, tidak suka pada diri sendiri.
- Pegal-pegal: ingin dicintai dan disayangi, kebosanan.
- Obesitas: ingin dilindungi, kemarahan terpendam, serta tidak mau memaafkan.
- Mata minus: takut terhadap masa depan.
- Mata plus: tak mampu memaafkan masa lalu.

"Beberapa penyakit fisik tersebut memang tidak selalu diakibatkan masalah emosi, namun hampir 90% akibat emosi," tutup Irma. [siw]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.