KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Ini gaya bertarung yang bikin Muhammad Ali melegenda

Minggu, 5 Juni 2016 07:03 Reporter : Yulistyo Pratomo
Muhammad Ali. ©2016 REUTERS/Jeff Christensen

Merdeka.com - Dunia tinju berduka, sang legenda Muhammad Ali mengembuskan napas terakhir di usia ke-73 tahun. Sebagai petinju, Ali telah meninggalkan banyak kenangan bagi para penggemarnya, hingga membukukan rekor 56 kemenangan dan 5 kali kalah.

Dikutip dari pelbagai sumber, Ali ternyata memiliki gaya tinju yang unik dan berbeda dari para petinju di eranya. Dia menyebutnya 'melayang bagai kupu-kupu menyengat seperti lebah'.

Gaya tersebut dia tunjukkan di awal kariernya. Tidak meninju dengan keras. Dia mengandalkan kecepatan tangannya, refleks, dan pergerakan yang konstan, menari dan memutari lawannya sepanjang pertarungan, lalu menempatkan tangannya di bawah serta membalas dengan cepat. Memblok jab kiri dan melancarkan pukulan yang tidak terprediksi.

Pergerakan kakinya yang kuat membuat lawan sulit membuatnya terpojok.

Salah satu trik terbaik Ali adalah berhasil membuat lawan melancarkan banyak pukulan straight. Dengan disiplin, petinju kelas dunia itu terus memburu Ali dengan pelbagai pukulan. Tapi tindakan itu malah membuat pertahanannya cukup terbuka.

Alhasil, Ali dengan mudah melancarkan pukulan balik, termasuk chopping kanan. Dalam tayangan ulang, terlihat cara tersebut malah membuat Sonny Liston mudah dipukul dan KO ketika bertanding untuk yang kedua kali.

Ali juga selalu bergerak dan menari, yang disebutnya 'Ali Shuffle'. Pergerakannya itu membuatnya banyak dipuji, salah satunya mantan petinju George Chuvalo.

"Dia sangat cepat. Ketika dia muda, dia menggerakkan kaki dan tangannya dalam waktu bersamaan. Dia melancarkan pukulan ketikas bergerak. Dia langsung menjauh dari jarak pukulan, dan kembali ke dalam untuk kembali memukul. Sehingga, jika anda menunggu sampai dia masuk ke dalam jarak pukulan anda, dia akan mengalahkan anda," pujinya.

Saat berada di atas ring, Ali tak jarang mengejek dan memancing semua lawan-lawannya, mulai dari sebelu, dan sepanjang pertarungan. Ketika akan bertanding, kata-kata Ali kerap menghibur setiap orang yang mendengarnya, dan kata-katanya sangat menohok, dan seperti terdesain untuk mempromosikan pertarungan.

Salah kata-kata yang kerap dilontarkannya adalah memaju psikologi lawannya, yang bisa membuat mereka terprovokasi dan kehilangan fokus. Hal itu pernah ditunjukkan saat dia akan bertanding melawan Frazier, dengan menyebutnya 'terlalu bodoh untuk menjadi juara'.

Namun pernah ada yang membuat lawannya marah atas kata-kata yang diucapkannya, hal itu terjadi ketika dia menyebut gaya bertinju Liston mirip dengan ayahnya. Sindiran itu membuatnya terlalu percaya diri, meski akhirnya bertekuk lutut di atas ring.

Salah satu penulis pernah menyebut cara itu sebagai strategi terbaik dalam sejarah tinju, "dan itu dilakukan oleh remaja yang baru lulus 376 dari kelas 391."

Meski demikian, Ali selalu menyebut diri sebagai 'juara rakuat' dan menganggap lawannya sebagai 'alat kulit putih'. Di awal kariernya, dia membangun reputasi dengan memprediksi ronde di mana dia menghabisi lawannya.

Selamat jalan Ali. [tyo]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.