Ini Fasilitas Wisma Atlet yang Jadi Rumah Dinas PNS

Jumat, 16 Agustus 2019 06:15 Reporter : Syifa Hanifah
Ini Fasilitas Wisma Atlet yang Jadi Rumah Dinas PNS wisma atlet. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah memutuskan akan menggunakan fasilitas Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta Pusat untuk perumahan dinas bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS), TNI, dan Polri.

Kepastian ini didapat usai rapat sejumlah Menteri bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla, di rumah dinasnya, di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis, 21 Februari 2019 lalu.

"Ya kami putuskan itu menjadi perumahan dinas daripada ASN dan TNI-Polri, kalau yang mau di situ," ujar JK kala itu.

Fasilitas apa saja yang diterima PNS yang akan tinggal di wisma atlet? Berikut ini ulasannya:

1 dari 3 halaman

Memiliki 10 Tower

Wisma Atlet Kemayoran yang akan dijadikan rumah dinas PNS memiliki 10 tower, yang terbagi dari 7 tower di Blok D10 dengan jumlah unit 5.494 unit yang akan menampung 16.482 orang dan 3 tower di Blok C2 dengan jumlah unit 1.932 unit yang menampung 5.796 orang.

Unit rusun dengan tipe 36 dilengkapi ruang tamu dan dapur. Selain itu untuk kenyamanan penghuni, telah dilengkapi furnitur berupa tempat tidur, meja, kursi, gorden, pendingin udara, serta pemanas air.

Di bagian luar, terdapat fasilitas olahraga, seperti joging track. Bahkan wisma ini menyediakan beberapa ruangan yang bisa digunakan untuk meeting. Bahkan, di beberapa spot terdapat playground.

2 dari 3 halaman

Memiliki Tempat Pakir yang Luas

Sementara itu, Wisma Atlet juga memiliki tempat parkir yang luas. Di setiap menara, tiga lantai paling bawah digunakan untuk parkir kendaraan.

Saat Asian Games 2018 lalu, luas area parkir di Blok C3 29.760 m2, mampu menampung 190 bus, 186 mobil dan 33 minibus. Di blok B8 luasannya lebih kecil yakni 5.838 m2, dengan kapasitas tampung 112 mobil dan 29 bus.

3 dari 3 halaman

Bayar Biaya Pemeliharaan

Nantinya PNS yang menempati wisma atlet harus mengeluarkan uang iuran setiap bulan. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuldjono mengatakan uang itu digunakan untuk biaya pemeliharaan.

"Itu rumah dinas, mungkin sewa untuk pemeliharaan. Seperti PU juga punya rusun di Rempoa (Bintaro) itu di tempatin temen-temen PU ada iuran sebulan Rp 300 ribu buat pemeliharaan," kata Basuki di Istana Presiden, Rabu (6/3/2019).

Mengenai pengelolaan dan pemeliharaan Wisma Atlet, Basuki mengaku ada dua kemungkinan, yaitu akan dikelola oleh Badan Layanan Umum (BLU) atau Perum Perumnas.

"Mengenai skemanya, nanti Setneg akan memanggil seluruh K/L, biar fair. Kemudian akan dibawa lagi ke Wapres," ujar Basuki.

[has]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini