Ini cara polisi korek informasi dari bocah korban pelecehan seksual

Rabu, 2 September 2015 12:28 Reporter : Darmadi Sasongko
Ini cara polisi korek informasi dari bocah korban pelecehan seksual Anak-anak diberi boneka saat diperiksa penyidik. ©2015 merdeka.com/darmadi sasongko

Merdeka.com - Bukan perkara mudah untuk mengorek informasi dari anak-anak yang tersangkut dalam persoalan hukum. Jika salah justru anak-anak itu akan ketakutan, bahkan menangis.

Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Malang, punya cara unik agar anak-anak tetap bisa menjalani pemeriksaan, tanpa merasa diperiksa. Anak-anak yang dimintai keterangan oleh penyidik masing-masing diberi boneka untuk dipeluk.

"Anak-anak biar tidak takut macam-macam caranya, salah satunya diberi boneka saat dimintai keterangan," kata Iptu Sutiyo, Kanit PPA Polres Malang, Rabu (2/9).

Kata Sutio, kebiasaan memberikan boneka kepada anak-anak yang diperiksa hanya satu cara saja. Selama ini juga ada yang diajak jalan-jalan sambil ditanya.

"Kalau yang laki-laki biasanya diajak lihat kolam, beli ikan atau jalan-jalan ke tempat hiburan," katanya.

Sebagaimana diatur dalam undang-undang Perlindungan Anak, proses pemeriksaan pada anak memang harus mengedepankan suasana ceria dan bergembira. Anak tidak boleh ketakutan atau tertekan saat diperiksa.

"Penyidiknya juga tidak boleh kalut, semua demi yang terbaik untuk anak-anak," katanya.

Sementara itu saat pemeriksaan saksi kasus eksibisionisme Hendri Noviandono (33), tampak anak-anak mendapatkan aneka boneka. Mereka memeluk dengan erat sambil memberikan jawaban yang diberikan penyidik. Selain itu penyidik juga mempersilakan keluarga untuk mendampingi.

Karena banyaknya saksi anak-anak yang diperiksa, lima orang penyidik bekerja secara bersama-sama. Mereka juga sambil makan makanan kecil yang segaja diletakkan di depan penyidik.

"Tadi omnya nyuruh apa, ditakut-nakuti apa tidak?" tanya seorang penyidik. Sementara sang anak hanya menganggukkan kepala, sambil bebarapa kali terlihat ngobrol dengan bonekanya.

Sekitar 10 anak dimintai keterangan terkait kasus seorang pencari rumput yang menjadi sasaran amuk massa. Tersangka dihajar massa karena menunjukkan alat kelaminnya kepada anak-anak yang pulang sekolah. Selain wajahnya penuh luka karena pukulan, sepeda motor pelaku juga hangus terbakar tinggal rangka.

"Jangan sampai anak-anak depresi, lihat-lihat ikan ada teknik-teknik kita untuk menggali informasi," kata Sutiyo. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini