Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini cara ampuh agar pakaian bekas impor bebas bakteri dan jamur

Ini cara ampuh agar pakaian bekas impor bebas bakteri dan jamur berburu pakaian brended. ©2014 merdeka.com/kresna

Merdeka.com - Kementerian Perdagangan menemukan ratusan ribu koloni bakteri dan jamur di dalam pakaian bekas impor. Setidaknya hasil uji laboratorium yang mengambil 25 sampel di Pasar Senen, Jakarta, seluruhnya mengandung bakteri dan jamur yang berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia.

Koloni bakteri dan jamur itu bisa menyebabkan berbagai penyakit pada manusia. Seperti penyakit kulit, pencernaan, dan infeksi pada saluran kelamin.

Nah, Kementerian Perdagangan (Kemendag) pernah meminta konsumen agar tidak membeli pakaian bekas impor. Bahkan, Kementerian tersebut tidak lagi memperdagangkan pakaian bekas di Indonesia.

Tapi, dengan alasan harga miring dan kualitas yang oke, konsumen tidak serta merta untuk tidak membeli pakaian bekas. Dendi Sandiono, dokter spesialis kulit dan kelamin Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) mengingatkan untuk waspada jika membeli pakaian bekas.

Beberapa tips khusus dia berikan bagi mereka yang tetap menikmati pakaian impor. Di Bandung sendiri pakaian impor bekas selalu menjadi primadona, yakni di kawasan Gede Bage. Tips yang pertama, saat membeli pakaian bekas yakni harus langsung direndam menggunakan air panas 100 derajat celcius.

"Rendamnya sampai 10 menit," katanya di RSHS, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (6/2).

Setelah direndam, baju dicuci. Baju tersebut dianjurkan tidak disatukan dengan cucian lainya. "Dicucinya juga harus terpisah dari baju yang lain," tuturnya.

Soal pemilihan detergen, dia tidak spesifik menggunakan merek tertentu. Hanya saja disarankan memakai detergen yang mengandung antiseptik. Setelah dicuci menggunakan detergen lalu dijemur. Nah, hingga disetrika juga suhunya harus lebih panas dari biasanya.

Jika anjuran itu sudah digunakan, pakaian bekas pun layak untuk digunakan.

"Bakteri tidak akan ada lagi, kalau memang beli, saya sarankan seperti itu," terangnya.

Dia mengaku, banyak konsumen yang tidak tahu dari mana pakaian bekas itu berasal. Pemilik sebelumnya pun tidak jelas dan bisa saja mengidap penyakit tertentu. Belum lagi saat proses pengepakan di tempat penjual.

Lewat pakaian bekas yang tidak higienis pun bisa membawa bibit penyakit berupa kuman, bakteri, hingga kutu. Kemungkinan terbesar dari penggunaan pakaian bekas adalah gatal-gatal akibat jamur. Tapi ada juga penyakit lain.

"Penyakit-penyakit yang bisa dibawa pakaian bekas biasanya penyakit jamur, kutu badan, hingga kutu kelamin," ungkapnya. (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP