Ini alasan Alexander Marwata dinilai kerap vonis untungkan koruptor

Senin, 21 Desember 2015 22:28 Reporter : Yunita Amalia
Ini alasan Alexander Marwata dinilai kerap vonis untungkan koruptor Alexander Marwata dan Johan Budi. ©2015 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Mantan hakim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Alexander Marwata, resmi menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi periode 2015-2019 setelah dilantik oleh Presiden Joko Widodo dan melakukan serah terima jabatan dengan komisioner lama KPK hari ini. Sosok Alexander menjadi salah satu pimpinan KPK menjadi sorotan publik karena latar belakangnya sebagai hakim Tipikor.

Dia menjadi sorotan karena sikapnya yang sering memberikan pendapat berbeda (dissenting opinion) dengan putusan yang ringan bagi pelaku korupsi saat menjadi hakim di pengadilan negeri Jakarta Pusat. Namun Alexander memberikan alasannya terkait keputusannya itu.

"Kenapa saya disenting opinion dalam TPPU, karena saya seorang hakim. Saya harus lhiat nurani dan pikiran yang jenis perundang-undangan," ujar Alex, Senin (21/12).

Menurut dia, pertimbangan yang dijadikannya acuan adalah aset yang didapati oleh tersangka atau terdakwa sebelum melakukan korupsi tentu sangat tidak adil jika dilakukan penarikan aset. Beda kasusnya jika aset yang didapati merupakan hasil dari korupsi. Namun dia membantah bahwa dirinya selalu melakukan disenting opinion, ada beberapa kasus yang memang menurutnya harus dilalukan penarikan aset tersangka.

"Saya tidak terus menolak perampasan aset. Hanya item item tertentu dan periode yang dilakukan terdakwa," pungkasnya. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pimpinan KPK Baru
  3. KPK
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini