Ini 3 rekomendasi terakhir TPF Munir ke SBY

Selasa, 25 Oktober 2016 16:38 Reporter : Anisyah Al Faqir
Ini 3 rekomendasi terakhir TPF Munir ke SBY Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) gerah namanya disebut-sebut sebagai pihak yang menghilangkan dokumen Tim Pencari Fakta (TPF) kasus kematian aktivis HAM, Munir Said Thalib. Tak mau namanya terus dibawa-bawa, SBY pun akhirnya angkat bicara.

Melalui mantan Menteri Sekretaris Negara era pemerintahan SBY, Sudi Silalahi pun menjelaskan 3 poin laporan terakhir rekomendasi TPF Munir. Pertama, TPF Munir merekomendasikan kepada Presiden RI untuk meneruskan komitmen Presiden dalam pengungkapan kasus pembunuhan Munir secara tuntas hingga mencapai keadilan hukum.

"Untuk itu perlu dibentuk sebuah tim baru dengan mandat dan kewenangan yang lebih kuat untuk menindaklanjuti dan mengembangkan temuan-temuan TPF. Serta mengawal seluruh proses hukum dalam kasus ini. Termasuk dan terutama yang dapat secara efektif menindaklanjuti proses pencarian fakta di lingkungan BIN," kata Sudi di kediaman SBY, Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Selasa (25/10).

Kedua, TPF Munir merekomendasikan Presiden SBY untuk memerintahkan Kapolri melakukan audit atas keseluruhan kinerja Tim Penyidik kasus meninggalnya Muni.

"Dan mengambil langkah-langkah konkret untuk meningkatkan kapasitas penyidik Polri secara profesional dalam mengusut tuntas permufakatan jahat dalam jangka waktu yang wajar," sambung Sudi.

Rekomendasi terakhir TPF Munir menyebutkan beberapa nama yang diduga melakukan pemufakatan jahat untuk melakukan pembunuhan terhadap Munir. Seperti, Indra Setiawan, Ramelga Anwar, AM Hendropriyono, Muchdi PR dan Bambang Irawan.

"Terakhir TPF Munir merekomendasikan kepada Presiden SBY untuk memerintahkan Kapolri agar melakukan penyidikan yang lebih mendalam terhadap kemungkinan peran Indra Setiawan, Ramelga Anwar, AM Hendropriyono, Muchdi PR dan Bambang Irawan dalam permufakatan jahat melakukan pembunuhan berencana terhadap Munir," tutup Sudi. [dan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini