Ingin Kuasai Mobil, Pemilik Bengkel Habisi Konsumen

Rabu, 20 Mei 2020 21:06 Reporter : Yan Muhardiansyah
Ingin Kuasai Mobil, Pemilik Bengkel Habisi Konsumen Ilustrasi Garis Polisi. ©2015 merdeka.com/afif

Merdeka.com - Kasus pembunuhan terhadap Henri alias Go Ahen (28) di bengkel cat mobil di Jalan PWI/Kemenangan Desa Sampali, Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sumut, akhirnya terungkap. Pelakunya adalah pemilik bengkel dan adik iparnya yang ingin menguasai mobil korban.

A Pohan (33), pemilik bengkel yang disangka sebagai pelaku utama masih melarikan diri. Namun, adik iparnya, April Andika Harahap (20), yang turut terlibat dalam pembunuhan itu telah tertangkap.

"Tersangka utama masih dilakukan pengejaran, terus kita kejar. Motif tersangka melakukan pembunuhan ingin menguasai harta benda korban," jelas Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Ronny Nicholas Sidabutar, Rabu (20/5).

Henri merupakan agen jual-beli mobil. Warga Jalan Pancasila Gang Datuk Al Rasyid Desa Batang Kuis, Kecamatan Batang Kuis, Deli Serdang, ini terakhir terlihat saat mengendarai mobil Daihatsu Xenia biru langit BK 1446 JI, Rabu (13/5) sekitar pukul 07.00 Wib. Dia memberi tahui ingin pergi ke bengkel.

Setelah pergi, Henri tidak kunjung pulang, handphone-nya juga tak dapat dihubungi. Dua hari kemudian, Jumat (15/5) sekitar pukul 04.30 WIB, jasad Henri ditemukan membusuk di bengkel milik A Pohan. Tubuhnya terikat pada bagian leher dan kaki. Di kepala dan bagian tubuh lainnya ditemukan sejumlah luka. Pemilik bengkel saat itu sudah kabur.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan. Titik terang diperoleh setelah mobil korban ditemukan di Jalan Bilal. AP ternyata menjualnya seharga Rp59 juta. Dia kemudian melarikan diri dan meninggalkan Rp200 ribu kepada April.

April akhirnya ditangkap. Turut diamankan sejumlah barang bukti, termasuk 1 sekop, 1 palu, seutas tali nilon, sebilah pisau, 1 mobil Daihatsu Xenia lengkap dengan dokumen kendaraan, serta uang tunai Rp200 ribu.

Berdasarkan penyelidikan, April diketahui ikut membantu A Pohan membunuh Hendri. A Pohan melakukan pembunuhan itu dengan cara 3 kali memukul korban dari arah belakang menggunakan palu. Dia lalu memukuli korban dengan sekop lalu mengambil menjerat leher korban dengan tali jemuran. Tali itu juga digunakan mengikat korban yang sudah meninggal dunia. Setelah meninggalkan korban di sudut bengkel, A Pohan menjual mobilnya.

Dalam kasus ini, A Pohan dan April dikenakan Pasal 365 ayat (4) dan/atau Pasal 338 KUHPidana, karena melakukan pencurian dengan kekerasan dan/atau menghilangkan nyawa orang lain. "Ancamannya hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup," tutup Ronny. [eko]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pembunuhan
  3. Medan
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini