Indonesia kejar tenggat waktu MDG's

Rabu, 1 Agustus 2012 18:01 Reporter : Yulistyo Pratomo
Indonesia kejar tenggat waktu MDG's

Merdeka.com - Batas akhir penyesuaian negara-negara di dunia untuk memenuhi persyaratan Millenium Development Growths (MDG's) masih tiga tahun lagi. Dengan rentang waktu itu, Indonesia merasa optimis dapat memenuhi beberapa kekurangan yang masih belum tercapai demi menuntaskan persyaratan yang ditentukan PBB.

"Upaya Indonesia untuk memenuhi sasaran MDG's sekaligus sasaran dunia agar bangsa-bangsa dunia bisa tingkatkan kesehatannya akan jatuh tempo pada 2015. Masih ada waktu tiga tahun untuk memastikan sasaran itu dicapai," ujar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) usai sidang kabinet terbatas di kantor Kementerian Kesehatan, Rabu (1/8).

"Indonesia yakin sasaran-sasaran itu bisa dicapai. Kalau masih ada kekurangan, kita punya waktu tiga tahun untuk perbaikinya. Dengan kebijakan khusus, anggaran khusus. Bukan hanya global tetapi kita juga punya sasaran sendiri untuk dicapai," lanjutnya.

Menurut SBY, Indonesia sudah berhasil mengendalikan masalah-masalah kesehatan, diantaranya penyakit menular seperti Tubercolosis. Atas upaya itu, pemerintah mendapatkan ucapan terima kasih dari Sekjen PBB Ban Ki-Moon atas keberhasilan tersebut.

"PBB sudah mengirimkan surat kepada kita, dalam suratnya, mereka mengucapkan terima kasih atas upaya keras kita karena hasilnya nyata. Ini kita tingkatkan terus sampai batas aman," tandasnya.

Tak hanya itu, kasus gizi buruk juga menjadi perhatian pemerintah dalam menuntaskan masalah kesehatan di masyarakat. SBY mencatat, kasus gizi buruk tidak hanya terjadi di daerah dengan pendapatan rendah, tapi daerah pendapatan tinggi juga kerap terjadi.

Presiden meyakini, kasus itu dapat terjadi karena kurangnya pemahaman masyarakat tentang masalah kesehatan atau menu makanan bergizi. Di samping itu, upaya menurunkan angka kematian bayi dan balita serta ibu saat melahirkan turut menjadi program pemerintah.

"Daerah yang kasus gizi kurang tidak selalu ekonomi daerah itu kurang, masalah kurang bimbingan, saya minta jajaran kementerian kesehatan dan upaya daerah itu agar putra putri kita mendapat asupan gizi cukup. Termasuk menurunnya angka kematian bayi dan balita untuk terus tingkatkan prestasi dalam mengurangi angka kematian bayi dan balita dengan semangat sama tinggi untuk kurangi angka kematian ibu saat melahirkan," pungkasnya. [bal]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini