Indonesia akan jadi tuan rumah pertemuan ulama Afghanistan-Pakistan

Selasa, 6 Maret 2018 12:21 Reporter : Hari Ariyanti
Jusuf Kalla di Afghanistan. ©2018 youtube

Merdeka.com - Indonesia akan menggelar pertemuan trilateral dengan Pakistan dan Afghanistan. Agendanya membahas solusi perdamaian di Afghanistan yang selama ini berkonflik. Pertemuan ini akan dihadiri para ulama dari ketiga negara.

Membahas rencana pertemuan ini, Wakil Presiden Jusuf Kalla mendatangi Gedung MUI di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (6/3). JK didampingi Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi. Pertemuan bersama pengurus MUI itu berlangsung tertutup selama lebih dari satu jam.

"Membahas persiapan pertemuan ulama Afghanistan-Pakistan yang direncanakan bulan ini. Pertemuan diharapkan menghasilkan kesepakatan atau fatwa bersama dalam menghadapi (konflik), mendamaikan Afghanistan. Itu sangat penting karena di Afghanistan seperti di Indonesia juga, suara alim ulama itu sangat penting," jelas Wapres JK.

Pertemuan trilateral ini rencananya akan dihadiri masing-masing 15 ulama dari Pakistan, Afghanistan, dan Indonesia. Jakarta dipilih sebagai tuan rumah pertemuan. JK mengatakan pertemuan ini merupakan salah satu hasil kunjungannya ke Afghanistan. Jadwal pertemuan belum ditetapkan. Masih menunggu hasil negosiasi dengan Pakistan.

"Itu kesepakatan yang kita capai dalam pertemuan di Afghanistan bahwa perlu ada payung dari sisi agama, pandangan ulama tentang perdamaian ini. Itu yang kita sepakati," jelasnya.

Dia berharap pertemuan ini menjadi awal sebelum ada pertemuan perdamaian yang lebih teknis. Afghanistan selama ini berkonflik karena sebagian wilayahnya dikuasai kelompok ekstrimis Taliban. Namun dalam pertemuan nanti tak akan ada perwakilan Taliban. Semua delegasi merupakan para ulama yang tidak berafiliasi pada faksi-faksi tertentu.

"Ini ulama. Jadi ulama itu tidak terikut faksi-faksi. Tapi pandangannya hampir sama semua. Tidak ada ulama yang menginginkan perang berkelanjutan antara umat. Kalau perang lawan Amerika, semua setuju. Kalau perang lawan Rusia, semua setuju. Tapi perang antara umat Islam sendiri inilah yang harus kita selesaikan," paparnya.

Ketua Dewan Masjid Indonesia ini meyakini semua orang memiliki niat dan tujuan untuk perdamaian. Begitu juga konflik yang terjadi di Afghanistan. Harus bermuara pada perdamaian dan saling menjaga martabat dan kehormatan masing-masing.

"Namanya dignity of all, kehormatan, martabat harus menjaga martabat semuanya. Pertemuan di Afghanistan minggu lalu, pemerintah Afghanistan setuju dengan tujuh pasal yang diberikan, siap berdialog, menjaga perdamaian, siap menerima Taliban masuk dalam suatu perjuangan politik, tapi bukan senjata lagi. Sama seperti yang kita lakukan di Aceh," paparnya.

Setelah pertemuan ulama trilateral ini terwujud, JK juga berharap Indonesia bisa menjadi tuan rumah pertemuan ulama dari seluruh dunia. "Nanti berikutnya diupayakan hasilnya ada pertemuan ulama internasional," kata dia. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini