Imunisasi Tak Boleh Terhenti, Ortu Diminta Janjian dengan Petugas Hindari Antrean

Selasa, 2 Juni 2020 16:57 Reporter : Merdeka
Imunisasi Tak Boleh Terhenti, Ortu Diminta Janjian dengan Petugas Hindari Antrean Bidan pakai APD saat imunisasi bayi. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Pemerintah meminta pemberian vaksin atau imunisasi wajib terhadap bayi dan balita tidak boleh terhenti. Dengan kondisi pandemi saat ini, tentunya menerapkan protokol kesehatan.

"Kita tak boleh hentikan sama sekali imunisasi, karena hakikatnya adalah hak asasi anak-anak kita untuk terlindungi dari berbagai penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi," kata Juru Bicara Pemerintah Percepatan Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto saat Konferensi Pers di Gedung BNPB, Selasa (2/6).

Pria yang akrab disapa Yuri menjelaskan kebiasaan baru menjadi satu-satunya solusi dan harus mulai ditanamkan kepada seluruh keluarga. Salah satunya, Yuri menyebut dalam konteks layanan kesehatan.

Menurut dia, Pemerintah telah sampaikan sosialisasi tentang penggunaan layanan telemedicine untuk jasa layanan konsultasi kesehatan.

"Sehingga tak perlu dalam kepentingan konsul harus datang ke rumah sakit, menunggu di rumah sakit, karena memberikan risiko cukup besar," ujar dia.

Yuri secara spesifik menyebut misal imunisasi pada anak. Tentunya tak bisa imunisasi dengan pola lama seperti pergi ke Posyandu bersama-sama, berkerumun mendengarkan penyuluhan menimbang bayi dan sebagainya.

"Harus ada mekanisme yang diubah, inilah yang dibutuhkan inovasi dari segala pihak seperti kader kesehatan, petugas Puskesmas, orangtua dan balita," ucap dia.

Yuri mengharapkan imunisasi tetap berjalan sebagaimana mestinya. Dia mengusulkan sebelum melakukan imunisasi orangtua sebaiknya menghubungi petugas yang selama ini melayaninya.

"Karena semua ibu akan memiliki kartu atau buku monitoring tentang imunisasi. Mintakan imunisasi dijadwalkan, komunikasi dengan Puskesmas, buat janji sehingga tak perlu imunisasi datang berkelompok," ujar dia.

Menurut dia, di dalam kebiasaan baru banyak yang akan diubah. "Bukan sesuatu yang sulit karena pada hakikatnya sudah banyak dilakukan. Inilah yang harus mewarnai kita dalam antisipasi, produktif tapi aman dari Covid-19," katanya.

Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber : Liputan6.com [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini