Imbas Corona, Penerimaan Siswa Baru di Sumut Gunakan Sistem Online

Jumat, 24 April 2020 11:24 Reporter : Yan Muhardiansyah
Imbas Corona, Penerimaan Siswa Baru di Sumut Gunakan Sistem Online rapid test mandiri. ©2020 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Pandemi Covid-19 memengaruhi sistem penerimaan siswa baru di Sumut. Siswa tidak dibenarkan datang ke sekolah, melainkan cukup mendaftar secara daring atau online.

Metode dan hal terkait penerimaan siswa baru untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB disampaikan Sekretaris Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Dinas Pendidikan Sumut, Saut Aritonang, dalam konferensi pers live di Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Utara, Jumat (24/4). "(PPDB) rencananya akan kita selenggarakan awal Mei 2020, diperkirakan pada tanggal 5 Mei," kata Saut.

Sistem penerimaan di tengah pandemi Covid-19 ini berubah dari saat normal. Kali ini calon siswa tidak lagi membawa dokumen untuk mendaftar ke sekolah. Seluruhnya di-scan dan dikirimkan ke sekolah secara online.

"PPDB tahun 2020 akan kita usahakan dengan aplikasi atau handphone menggunakan WhatsApp. Jadi para siswa mendaftar dengan handphone masing-masing, lewat WhatsApp dari rumah, tidak perlu ke sekolah," sebutnya.

Penerimaan siswa baru ini tetap akan menggunakan jalur zonasi, afirmasi, perpindahan tugas orang tua, dan prestasi. Untuk jalur zonasi, penerimaan ditentukan kedekatan rumah siswa dengan sekolah. Jalur ini mendapat kuota minimal 50 persen dari kapasitas sekolah.

Panitia penerimaan akan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk mengukur kedekatan rumah calon siswa dengan. Mereka bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil setempat untuk mendapatkan hasil akurat.

Jalur afirmasi diperuntukkan bagi keluarga miskin. Kuota yang diberikan minimal 15 persen.

Sementara kuota jalur perpindahan tugas orangtua atau wali dari daerah luar ke Sumut hanya maksimal 5 persen. Kuota ini termasuk untuk anak guru yang mengajar di sekolah setempat.

Untuk jalur prestasi diberikan kouta maksimal 30 persen. Namun, sistem yang digunakan tidak lagi dengan ujian atau testing, untuk mencegah kerumunan. "Ini tidak semua siswa bisa mendaftar. Kalau siswa sudah menghitung rata-rata rapor rata-rata tidak sampai 70 dari semester 1 sampai semester 5 tidak usah dapat mendaftar. Kalau hitungan kami biasanya ini hanya 15 sampai 20 persen," sebut Saut.

Jumlah kouta 30 persen untuk jalur ini juga dapat diisi calon siswa berprestasi nonakademik. Calon peserta didik yang memiliki sertifikat juara 1, 2, dan 3 berhak mendaftar dan mendapatkan kuota.
"Tahun lalu jumlahnya lumayan banyak, karena KONI melaksanakan kegiatan berjenjang, tahun ini barangkali banyak penundaan. Jika ternyata tidak banyak, semisal hanya 10 persen, sisa kuota dialihkan ke jalur zonasi," jelas Saut.

Dinas Pendidikan Sumut tengah menyiapkan petunjuk teknis untuk penerimaan peserta didik baru tahun ini. Nantinya akan ada pembagian tugas antara kepala sekolah dan rapat dewan guru untuk menetapkan siswa yang diterima. "Tim panitia penerimaan peserta didik baru akan menyeleksi berdasarkan data rapor semester 1 sampai semester 5, baik akademik dan nonakademik, lalu tim ini yang akan mengindeks, dari yang tertinggi sampai batas kuota. Setelah diseleksi, kepala sekolah yang mengumumkan," jelas Saut. [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini