KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Ilmuwan: Tanah di Hambalang seperti bubur

Selasa, 10 Juli 2012 17:41 Reporter : Nurul Julaikah
wisma atlet hambalang longsor. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Proyek pembangunan pusat pendidikan dan pelatihan sekolah olahraga nasional (P3SON) di Hambalang, Bogor terus disorot. Bukan lantaran karena terindikasi terjadi korupsi dalam pelaksanaan proyek, tapi struktur tanah di Hambalang juga disorot.

Menurut Guru Besar Ilmu Geoteknik dari Universitas Parahyangan Bandung, Paulus Raharjo daerah di Hambalang tidak layak untuk ditempati bangunan besar. Sebab, struktur tanah di sana tidak memungkinkan.

"Hambalang itu berdekatan dengan Sentul, di mana di Sentul kejadian longsor sering terjadi," kata Paulus Raharjo di Gedung DPR Jakarta, Selasa (10/7).

Paulus menjelaskan, bebatuan tanah di Hambalang juga tidak terlalu kuat. Batuan di dalam tanah Hambalang justru jika terkena air terus menerus akan lembek.

"Jadi ada batuan yang dapat menjadi bubur jika terkena air. Itu karena batu serpih kemudian memadat atau mengalami peristiwa litologi. Lambat-laun karena menyerap air maka serpih-serpih batu itu lepas, maka dia jadi bubur. Itulah masalah utama yang sering tidak diketahui orang ketika membangun di daerah itu (Hambalang)," ujar Paulus.

Dia menilai, pemerintah kecolongan karena tetap membangun di wilayah Hambalang. Seharusnya proyek pusat olahraga itu dibangun dengan perencanaan matang. "Bisa dikatakan perencanaannya kurang sempurna," ujar dia.

Untuk solusinya dengan memproteksi bangunan yang telah dibangun. Yaitu dengan mengatur air, menambah pondasi tiang bor yang lebih dalam sehingga dapat mencegah bangunan itu bergerak.

"Perkiraannya tambah Rp 80 miliar untuk memproteksi. Anggaran itu gampang atau tidak itu ditanyakan ke Kemenpora karena yang memiliki anggaran," jelas dia.

Beberapa bulan lalu, tanah di Hambalang mengalami longsor dan mengakibatkan bangunan di Hambalang rusak. Akibatnya pada Maret lalu proyek pembangunan sementara dihentikan. [has]

Topik berita Terkait:
  1. Kasus Hambalang

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.