Ikuti tren Barat, remaja Indonesia mulai berani ciuman depan umum

Jumat, 20 Maret 2015 08:46 Reporter : Laurel Benny Saron Silalahi
Ikuti tren Barat, remaja Indonesia mulai berani ciuman depan umum Dua sejoli mesum di KRL. ©2015 Facebook/KRL-Mania

Merdeka.com - Sungguh memalukan kelakuan pasangan sejoli ini. Keduanya terlihat cuek saat melakukan perbuatan asusila di dalam gerbong kereta listrik (KRL). Aksi tak biasa ini terekam dalam perjalanan kereta api menuju Stasiun Tebet, Jakarta Selatan.

Dalam sebuah foto yang diunggah dalam grup Facebook KRL-Mania, terlihat seorang wanita sedang menikmati perbuatan mesum yang dilakukan oleh kekasihnya.

Sosiolog Musni Umar menyayangkan adanya kejadian tersebut. Menurut dia, budaya Timur kini sudah mulai dilupakan oleh remaja-remaja masa kini. Mereka justru lebih ikut tren budaya Barat yang memang biasa mempertontonkan berciuman di tempat umum.

"Saya prihatin dengan kejadian itu. Kita yang berbudaya Timur seharusnya tidak melakukan perbuatan seperti peluk-pelukan, berciuman di tempat umum. Menurut saya, yang bersangkutan tidak memiliki akhlak dan rasa malu. Apalagi kita tinggal di negara Indonesia," kata Musni, saat dihubungi merdeka.com, Kamis (18/9) malam.

Dia melanjutkan, peran keluarga khususnya orang tua sangat dibutuhkan untuk memberikan pengarahan kepada anaknya saat beranjak dewasa. Pada usia remaja, banyak yang terjebak dalam pergaulan seks bebas. Untuk itu diperlukan pengawasan dan juga perhatian khusus kepada anak ketika mulai berpacaran.

"Paling tidak mengajarkan, bahwa kita tinggal di Indonesia yang mengedepankan rasa malu, memiliki moral yang taat pada agama," jelasnya.

Wakil Rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta ini juga menyayangkan sikap penumpang KRL yang tidak menegur perbuatan dua sejoli tersebut. "Kenapa gak ditegur. Kalau tidak ditegur itu sama saja namanya memerbolehkan. Padahal masyarakat kita itu berperan mencegah, menegur, menasihati. Ini yang jadi kelemahan masyarakat kita," tegas Husni.

Beredarnya foto adegan mesum tersebut di jejaring sosial Facebook, menurut Husni adalah cara yang bagus untuk membuat efek jera kepada para pelaku asusila dalam fasilitas umum agar tidak melakukan perbuatan itu lagi.

"Ada baiknya juga. Tapi nanti hal itu akan diikuti oleh yang lain, dan saya takutnya akan terjadi pelaporan pencemaran baik oleh korban. Tapi bagusnya yah dibilang ke petugas untuk menegurnya," tandasnya.

Husni juga berharap kepada pemerintah untuk mengambil perhatian terhadap masalah pergaulan remaja. Untuk tu dia mendukung program revolusi mental Presiden Joko Widodo, digalakkan kembali untuk mengembalikan harkat dan martabat bangsa.

"Saya memberi apresiasi kepada Pak Jokowi soal revolusi mental. Saya rasa dengan adanya revolusi mental itu dapat mengembalikan harkat Indonesia yang memiliki budaya ketimuran, budaya agama, memiliki rasa malu. Kalau kita lupa, dan mengikuti cara barat habislah negeri ini," tandasnya. [ren]

Topik berita Terkait:
  1. KRL
  2. Kenakalan Remaja
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini