Ikatan Guru Indonesia Dukung Peniadaan UN untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Selasa, 24 Maret 2020 13:57 Reporter : Eko Prasetya
Ikatan Guru Indonesia Dukung Peniadaan UN untuk Cegah Penyebaran Covid-19 Ujian Nasional. ©2013 Merdeka.com/M. Luthfi Rahman

Merdeka.com - Ikatan Guru Indonesia (IGI) mendukung penuh langkah pemerintah yang melakukan peniadaan Ujian Nasional (UN) jenjang SMP dan SMA untuk melindungi siswa dan guru dari penularan pandemi Covid-19. Menurut IGI, langkah pemerintah sangat tepat.

"Ini adalah keputusan yang sangat tepat, dalam suasana pandemi Covid-19, yang belum jelas kapan berakhirnya," ujar Ketua Umum IGI, Muhammad Ramli Rahim saat dihubungi dari Jakarta, seperti dilansir Antara, Selasa (24/3).

Dia menambahkan ada beberapa pertimbangan, di antaranya saat ini masih banyak guru belum siap menjalankan pembelajaran jarak jauh atau kelas maya. Pembelajaran daring tersebut, kata dia, bagian dari persiapan UN.

Selanjutnya, pelaksanaan UN akan terganggu suasana psikologis masing-masing siswa yang berada dalam ketakutan tertular virus corona jenis baru itu.

"Siswa dan guru pun memiliki potensi yang sangat besar untuk tertular atau menularkan Covid-19. Meskipun dilakukan berbagai upaya pencegahan dengan berbagai macam cara disinfektan," kata dia.

1 dari 1 halaman

Keputusan Jokowi Sudah Tepat

Ia mengemukakan jika UN tetap dilaksanakan maka bertentangan dengan imbauan Presiden Jokowi yang menginginkan siswa dan guru tetap berada di rumah.

"Sehingga sungguh sangat tepat apa yang diputuskan oleh Presiden Joko Widodo terkait peniadaan UN," kata dia.

Pemerintah daerah juga terlihat gamang dalam menanggapi persoalan UN, yakni ada yang menunda. Namun ada juga bersikukuh akan melaksanakan UN.

"UN juga tidak memiliki nilai apapun dan tidak memberikan manfaat apapun, kecuali sekadar angka-angka yang juga tidak akan ditindaklanjuti," kata dia.

Sejak 2015, nilai UN tidak lagi digunakan sebagai penentu kelulusan. Nilai UN juga dimanfaatkan untuk pemetaan pendidikan di daerah. Kemendikbud pada 2021 juga akan mengganti format UN dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. [eko]

Baca juga:
Penjelasan Mendikbud Nadiem soal UN 2020 Ditiadakan
Nadiem: UN 2020 Ditiadakan Tapi Ujian Sekolah Masih Bisa Dilaksanakan
Presiden Jokowi Putuskan UN 2020 Ditiadakan Dampak Wabah Corona
Jokowi Ingatkan Mendikbud Keputusan Terkait UN 2020 Jangan Sampai Rugikan Siswa
Pimpin Ratas Bahas UN, Jokowi Tekankan Jangan Sampai Rugikan Siswa

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini