IKA Fikom Unpad Gelar Diskusi Bersama Tiga Calon Dekan Fikom Unpad Periode 2026-2030, Perkuat Kolaborasi Alumni
IKA Fikom Unpad mengundang tiga Calon Dekan Fikom Unpad periode 2026-2030 untuk diskusi terbuka, menjaring ide dan memperkuat sinergi antara alumni, mahasiswa, dan fakultas.
Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Padjadjaran baru-baru ini menggelar sebuah diskusi penting di Bandung. Acara bertajuk "Fikom Unpad Connection: Menjaring Ide Re-Imajinasi Fikom Unpad" ini mempertemukan tiga calon pemimpin potensial fakultas tersebut. Tujuannya adalah untuk mempererat kolaborasi antara alumni, mahasiswa, dan seluruh civitas akademika Fikom Unpad.
Diskusi yang diadakan pada Jumat, 22 November, mengundang Nindi Aristi, Herlina Agustina, dan Trie Damayanti, yang diproyeksikan sebagai Calon Dekan Fikom Unpad periode 2026-2030. Mereka diberi kesempatan untuk memaparkan visi dan misi strategisnya dalam mengembangkan fakultas ke depan. Kehadiran mereka diharapkan dapat membuka ruang dialog konstruktif.
Inisiatif IKA Fikom Unpad ini bertujuan untuk mendekatkan para calon dekan dengan komunitas alumni dan mahasiswa. Langkah ini krusial untuk memastikan sinergi yang berkelanjutan, terutama dalam mempersiapkan lulusan menghadapi tantangan dunia kerja. Kolaborasi semacam ini dianggap vital demi kemajuan Fikom Unpad secara menyeluruh.
Membangun Sinergi Antara Calon Dekan dan Komunitas Fikom
Diskusi yang digagas oleh IKA Fikom Unpad ini menjadi platform penting untuk menjembatani komunikasi antara para calon pemimpin dengan seluruh elemen fakultas. Azis Husaini, selaku Koordinator acara, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendekatkan para Calon Dekan Fikom Unpad dengan alumni dan mahasiswa. Harapannya, sinergi yang terjalin dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif.
Azis Husaini menegaskan pentingnya kolaborasi ini, terutama dalam menyambut kepemimpinan baru di Fikom Unpad. "Karena kebetulan nanti akan ada pemimpin baru dari Fikom Unpad, kami tentu harus mendekatkan diri kepada pemimpin baru. Karena memang kami membutuhkan itu untuk menyukseskan Fikom secara pendidikan maupun nanti mudah-mudahan bisa membantu mahasiswa-mahasiswa yang lulus dalam dunia kerja," ujarnya.
Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan semua pihak. Dengan mengenal lebih dekat visi dan misi para Calon Dekan Fikom Unpad, alumni dan mahasiswa dapat memberikan masukan yang konstruktif. Ini akan memperkaya proses pengambilan keputusan di masa mendatang.
Mempersiapkan Mahasiswa Menuju Dunia Kerja Profesional
Selain memperkuat kolaborasi internal, IKA Fikom Unpad juga fokus pada persiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja yang kompetitif. Organisasi alumni ini telah memiliki program konkret yang bekerja sama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fikom Unpad. Program ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan dan mentalitas yang dibutuhkan.
Azis Husaini menjelaskan lebih lanjut mengenai inisiatif ini. "Kebetulan kita punya program coaching, nanti ada beberapa alumni yang sudah punya jabatan di beberapa perusahaan kemudian akan disinergikan dengan BEM. Programnya rutin setiap bulan atau kuartalan, untuk memberikan sebenarnya mindset bahwa dunia kerja itu seperti ini," katanya. Program ini menjadi jembatan antara teori di kampus dan praktik di lapangan.
Melalui program coaching ini, mahasiswa mendapatkan wawasan langsung dari para profesional yang merupakan alumni Fikom Unpad. Mereka diajarkan tentang realitas dunia kerja, ekspektasi industri, dan cara mengembangkan diri agar siap bersaing. Dengan adanya Calon Dekan Fikom Unpad yang baru, IKA berharap program ini dapat terus ditingkatkan dan mendapatkan dukungan penuh.
Respon Positif dari Calon Dekan Fikom Unpad
Tiga Calon Dekan Fikom Unpad yang hadir, Nindi Aristi, Herlina Agustin, dan Trie Damayanti, menyambut baik inisiatif diskusi ini. Nindi Aristi menilai acara ini sebagai ruang terbuka yang sangat bermanfaat. "Alhamdulillah ini adalah bentuk keterbukaan bagaimana kita dalam proses pemilihan pemimpin baru di Fikom. Jadi bisa untuk menampung masukan, kritik, saran atau harapan dari alumni maupun mahasiswa," ungkapnya.
Herlina Agustin menambahkan bahwa diskusi ini merupakan bagian dari proses demokrasi yang sehat dalam pemilihan pemimpin fakultas. Menurutnya, ini adalah kesempatan untuk memperkenalkan diri dan pola pikir kepada alumni. "Jadi bagian mana yang nanti bisa didukung, yang bisa diberi masukan, atau perlu diperbaiki. Itu jadi sebuah dinamika yang sangat bagus," jelas Herlina.
Trie Damayanti juga menekankan pentingnya agenda semacam ini untuk menyamakan persepsi demi kemajuan Fikom Unpad. Meskipun alumni tidak memiliki hak pilih, kolaborasi mereka sangat vital. "Setidaknya IKA di sini memiliki keinginan untuk bekerja sama dengan siapa pun nanti yang akan menjadi dekan. Karena bagaimana pun juga kolaborasi antara fakultas sebagai sebuah lembaga pendidikan dengan alumninya menjadi satu hal yang sangat penting," ujar Trie.
Ia berharap inisiatif ini menjadi kebiasaan baik yang terus menjaga harmonisasi dan silaturahmi antara alumni dengan fakultas. Dukungan dari semua pihak, termasuk para Calon Dekan Fikom Unpad, akan menjadi kunci keberhasilan program-program pengembangan fakultas di masa depan.
Sumber: AntaraNews