Ijazah Siswi dari Keluarga Miskin Ditahan Pihak Sekolah

Kamis, 5 Desember 2019 14:33 Reporter : Bram Salam
Ijazah Siswi dari Keluarga Miskin Ditahan Pihak Sekolah Ijazah Anak Keluarga Miskin di Karawang Ditahan Pihak Sekolah. ©2019 Merdeka.com/Bram Salam

Merdeka.com - Ine Widianti (17) mengaku ijazah kelulusannya masih ditahan pihak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Lentera Bangsa, Rengasdengklok, Karawang. Menurutnya, pihak sekolah beralasan, ada kewajiban yang belum dilunasi.

"Sejak lulus sekolah ijazah masih ditahan pihak sekolah karena masih ada kewajiban yang belum lunas," kata Ine saat ditemui di rumahnya, Dusun Cikangkung tinir, Desa Rengasdengklok utara, Kecamatan Rengasdengklok, Kamis (5/12).

Ine mengaku memiliki tunggakan sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) serta biaya lainnya sebesar Rp5.585.000. Tunggakan biaya itu belum bisa dilunasi karena faktor ekonomi orang tua yang pas-pasan.

"Tunggakan yang belum bisa dilunasi sekitar lima juta lebih," katanya.

1 dari 2 halaman

Penjual Sayur dan Rumah Tak Layak Huni

Ibu kandung Ine, Rani berharap pihak sekolah memberikan ijazah anaknya. Sehingga bisa digunakan untuk melamar pekerjaan. Diakuinya, sulit melunasi tunggakan. Sebab, untuk makan sehari-hari dan menghidupi dua anaknya, Rani mengalami kesulitan.

"Belum bisa melunasi tunggakan ke sekolah karena saya orang miskin," katanya.

Sehari-hari, Rani berjualan sayur keliling kampung. Penghasilannya tidak menentu. Rata-rata, sehari hanya mengantongi Rp50.000. Uang itu digunakan untuk makan sehari-hari bertiga.

"Penghasilan tidak pasti, keuntungan penjualan buat makan bertiga," lirihnya.

Rumah yang dihuni Rani dan dua anaknya sudah lapuk dimakan usia. Beberapa bagian sudah rusak. Apalagi kondisi dalam rumah, jauh dari kata higienis. Lantai rumah dari tanah, dinding terbuat dari bilik bambu, dengan kondisi tempat tidur tidak layak.

2 dari 2 halaman

SMK Lentera Mengelak

Kepala Sekolah SMK Lentera Bangsa, Ahkmad Jaelani, mengelak sengaja menahan ijazah salah satu lulusannya. Namun dia mengakui masih ada kewajiban siswi bernama Ine Widiarti yang masih belum diselesaikan.

"Sekolah tidak menahan ijazah, namun masih ada kewajiban yang harus diselesaikan," tandasnya.

Dia mengaku tidak hapal persis nilai kewajiban Ine. Tetapi sejak lulus sekolah seharusnya orangtua dan anak datang ke sekolah untuk membicarakan dan menyelesaikan ijazah.

"Seharusnya orangtua dan anak datang kesekolah," tutupnya.

Baca juga:
VIDEO: Perjuangan Dina Rawat Bayi Hydrocephalus Setelah Ditinggal Kabur Suami
Kisah Pilu Istri di Surabaya Ditinggal Suami Usai Lahirkan Bayi Hydrocephalus
Nenek Sumirah Hidup Sebatang Kara, Jualan Sapu Lidi agar Tidak Mengemis
Ma'ruf Amin Harap Hasil Rapimnas Kadin Bisa Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat
Pemprov Jatim Alokasikan Rp7,441 Triliun Dana Desa untuk Pengentasan Kemiskinan
Kehidupan Buruh Tambang Batu Kapur di Mesir

[noe]
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini