IDI Sebut Petugas Penghitungan Suara Rawan Terkena Stroke

Selasa, 23 April 2019 12:04 Reporter : Saud Rosadi
IDI Sebut Petugas Penghitungan Suara Rawan Terkena Stroke Petugas penghitungan suara menjalani pengecekan medis. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kalimantan Timur memeriksa kesehatan petugas penghitungan suara di 103 kecamatan. Kesimpulan sementara, mereka yang bertugas rawan terkena stroke.

Pantauan merdeka.com di PPK Samarinda Kota, Jalan Arief Rachman Hakim, tiga dokter IDI Kaltim melakukan pemeriksaan kesehatan gratis mulai pukul 10.20 WITA.

Mulai dari petugas KPPS, petugas PPS, saksi partai politik hingga personel Polri yang bertugas di tengah perhitungan suara di PPK Samarinda Kota, satu persatu diperiksa.

Mereka yang menjalani pemeriksaan nadi dan tensi tekanan darah, diingatkan untuk mengurangi konsumsi garam, makanan berlemak dan mesti mengimbangi dengan olahraga. Meski ada beberapa tidak punya riwayat tekanan darah tinggi, belakangan diketahui tensi tercatat tinggi.

"Meski pemeriksaan kita sederhana, ternyata bahwa benar petugas kita yang bertugas menghitung suara ini kelelahan. Tensi mereka rata-rata di atas normal 110-120/70-80 mmHg. Bahkan, ada 190/100 mmHg," kata Ketua IDI Wilayah Kalimantan Timur Dr Nathaniel Tandirogang ditemui merdeka.com, Selasa (23/4).

Nathaniel menerangkan, pemeriksaan mesti dilakukan berlanjut, dengan tujuan agar petugas perhitungan suara bisa menjaga kesehatan dengan baik. "Ini jadi peringatan bagi mereka (petugas di PPK)," ujar Nathaniel.

"Kita berikan suplemen. Di sini kita sifatnya pemeriksaan, tidak bawa obat khusus. Tujuannya untuk menambah daya tahan tubuh mereka. Untuk obat sifatnya pengobatan, kami cuma anjurkan, pada temuan yang terindikasi ada gangguan untuk bisa berobat lebih lanjut ke puskesmas terdekat," ungkapnya.

Tidak kurang 20 orang menjalani pemeriksaan kesehatan. IDI menganjurkan, agar petugas menyelingi waktu dengan istirahat untuk memulihkan fisik.

"Karena sangat rawan untuk melaksanakan tugas (perhitungan suara) yang sangat berat ini. Sangat, sangat memungkinkan terkena stroke, disebabkan hipertensi karena kelelahan, bisa kena stroke," demikian Nathaniel. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini