IDI Sebut Perubahan Suhu Tidak Langsung Berdampak Efektivitas Vaksin

Selasa, 20 April 2021 15:20 Reporter : Yunita Amalia
IDI Sebut Perubahan Suhu Tidak Langsung Berdampak Efektivitas Vaksin vaksin. ©2020 Merdeka.com/freepik

Merdeka.com - Vaksinasi masih dijadikan upaya pemerintah untuk menekan risiko fatalitas infeksi Covid-19. Kendati masih banyak segelintir isu tentang kualitas vaksin saat didistribusikan ke pelosok daerah.

Tim advokasi Covid Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Kristoforus Hendra Djaya menjelaskan, perubahan suhu tidak secara otomatis mengubah efektivitas dan kualitas vaksin.

"Tidak begitu pengertiannya," katanya dalam diskusi virtual bersama Halodoc dan Technoplast, Selasa (20/4).

Dalam mendistribusikan vaksin, terdapat suatu keadaan disebut cold chain, yaitu suhu yang terus menerus terjaga untuk vaksin. Hasil kesepakatan para ahli, kata Kristoforus, suhu cold chain aman terhadap vaksin adalah 2-8 celsius.

Jika vaksin dikeluarkan di atas 8 celcius atau di bawah 2 celcius, akan diteliti lebih lanjut durasi ketahanannya terhadap perubahan suhu. Sebab mustahil jika suhu vaksin terjaga secara konstan.

"Pasti ada momen atau ada timing di mana vaksin itu keluar (dari penyimpanan) tapi bukan berarti suhu yang di dalam sudah rusak," jelasnya.

Kristoforus menyampaikan, setiap vaksin memiliki istilah thermal stability budget. Istilah ini menggambarkan sebuah produsen mengukur ketahanan efektivitas vaksin pada setiap perubahan suhu.

"Dan setiap vaksin itu ketahanannya beda-beda," ujarnya.

"Apakah dia tahan dengan suhu dingin ataukah dia tahan dengan suhu panas ada vaksin yang tahan dengan suhu panas," tutup Kristoforus. [fik]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini