Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

IDI: Indonesia Sudah Masuk Gelombang 3 Covid, Tetapi Belum Puncak

IDI: Indonesia Sudah Masuk Gelombang 3 Covid, Tetapi Belum Puncak Ilustrasi virus corona. ©2020 Merdeka.com/liputan6.com

Merdeka.com - Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) terpilih, Adib Khumaidi menilai Indonesia sudah memasuki gelombang ketiga pandemi Covid-19. Kondisi ini seiring dengan merebaknya Covid-19 varian Omicron.

"Kita sudah masuk sebenarnya gelombang ketiga," kata Adib, Jumat (4/2).

Ada sejumlah indikator yang menunjukkan Indonesia sudah berada pada fase gelombang ketiga. Di antaranya, positivity rate Covid-19 terus meningkat.

"Progresivitas kenaikan positivity rate yang di awal kemarin itu sekitar 16 persen, tiba-tiba dalam satu minggu meningkat 24 persen, bahkan terakhir kalau tidak salah kemarin 33 persen positivity rate," jelasnya.

Selain itu, kasus Covid-19 terus meningkat tajam. Pada 29 Januari 2022, kasus Covid-19 harian bertambah 11.588, kemudian sehari berikutnya menjadi 12.422. Sementara pada 3 Februari 2022 melonjak jadi 27.197 kasus Covid-19.

Di saat bersamaan, keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit rujukan Covid-19 meningkat signifikan.

"Keterisian tempat tidur dengan BOR untuk ruang isolasi 60 persen, ruang ICU naik sekitar 50 persen," ujarnya.

"Itu bisa dikatakan kita sudah masuk ke gelombang ketiga. Tapi belum puncak, ini belum puncaknya," imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan kemungkinan Indonesia menghadapi puncak gelombang ketiga pandemi pada akhir Februari 2022. Saat ini, penularan Covid-19 di Indonesia didominasi varian Omicron.

Budi menyebut, penularan Omicron sangat tinggi dibandingkan Delta. Hal ini akan berdampak pada jumlah kasus harian Covid-19 pada puncak gelombang ketiga jauh lebih tinggi daripada gelombang kedua.

Dia membandingkan dengan kondisi sejumlah negara di dunia yang sudah dan sedang menghadapi gelombang Omicron. Amerika Serikat misalnya, kasus Covid-19 harian mencapai 800.000 saat gelombang Omicron. Sedangkan saat gelombang Delta hanya 250.000 per hari.

Kemudian Prancis, kasus Covid-19 harian mencapai 360.000 pada puncak gelombang Omicron. Sementara saat Delta hanya 60.000 per hari.

Brasil mencatat 190.000 kasus per hari pada puncak gelombang Omicron. Sedangkan saat gelombang Delta sebanyak 80.000 per hari.

Berikutnya India, kini mencatat 310.000 per hari dibandingkan Delta 380.000. Jepang kini melaporkan 65.000 kasus Covid-19 per hari, sedangkan saat Delta 25.000 per hari.

"Indonesia pasti akan mengalami ini. Jadi kalau puncaknya kita dulu pernah 57.000 per hari, kita mesti siap-siap, hati-hati dan waspada. Tidak perlu kaget, kalau melihat di negara-negara lain itu bisa 2 kali, 3 kali di atas puncak Delta," katanya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Senin (31/1).

Budi mengaku belum tahu berapa kasus Covid-19 harian di Indonesia saat puncak gelombang ketiga. "Tadi kami sampaikan bahwa di negara-negara lain bisa 3 kali sampai 6 kali dibandingkan puncaknya Delta," ujarnya.

Mantan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini mengimbau masyarakat tetap waspada di tengah merebaknya Omicron. Jika tidak ada kebutuhan mendesak, masyarakat diminta tetap berada di rumah.

"Kalau tidak perlu sekali berkerumun atau mobilitas, ya kita kurangi. Karena nanti dampaknya akan mudah tertular dan menularkan kepada orang lain," katanya mengakhiri.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP
Menkes Budi: Kasus Covid-19 di Indonesia Jelang Natal dan Tahun Baru 2024 Tak Mengkhawatirkan
Menkes Budi: Kasus Covid-19 di Indonesia Jelang Natal dan Tahun Baru 2024 Tak Mengkhawatirkan

Budi juga menganjurkan masyarakat untuk kembali menggunakan masker saat mengakses tempat-tempat yang rawan.

Baca Selengkapnya
Jokowi ke Menkes soal Kasus Covid-19: Amati Betul Secara Detail Perkembangannya Seperti Apa
Jokowi ke Menkes soal Kasus Covid-19: Amati Betul Secara Detail Perkembangannya Seperti Apa

Informasi Jokowi terima dari Menkes, kasus Covid-19 masih dalam kondisi yang baik meski memang ada kenaikan.

Baca Selengkapnya
Sejarah 2 Maret: Kasus Pertama Virus Covid-19 di Indonesia
Sejarah 2 Maret: Kasus Pertama Virus Covid-19 di Indonesia

Pada tanggal 2 Maret 2020, Indonesia melaporkan kasus pertama virus Covid-19, menandai awal dari pandemi yang memengaruhi seluruh masyarakat.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Kasus Covid-19 Meningkat, Penumpang Kereta Api Wajib Pakai Masker
Kasus Covid-19 Meningkat, Penumpang Kereta Api Wajib Pakai Masker

Imbauan ini seiring meningkatnya angka kasus Covid-19 di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.

Baca Selengkapnya
Didominasi Varian JN.1, Begini Situasi Covid-19 di Indonesia
Didominasi Varian JN.1, Begini Situasi Covid-19 di Indonesia

Kasus Covid-19 di Indonesia kembali meningkat. Kenaikan terjadi sejak dua pekan terakhir saat Singapura dihantam lagi badai Covid-19.

Baca Selengkapnya
Dituntut 12 Tahun, SYL Singgung Nama Presiden Jokowi
Dituntut 12 Tahun, SYL Singgung Nama Presiden Jokowi

Dia kemudian mengungkit nama Presiden Joko Widodo yang memerintahkan dirinya mengambil langkah luar biasa saat Covid.

Baca Selengkapnya
Penjualan Ritel Awal 2024 Lebih Baik Dibanding Sebelum Pandemi Covid 2019, Benarkah Daya Beli Masyarakat Membaik?
Penjualan Ritel Awal 2024 Lebih Baik Dibanding Sebelum Pandemi Covid 2019, Benarkah Daya Beli Masyarakat Membaik?

Data Bank Indonesia mencatat, indeks penjualan riil atau IPR pada Februari 2024 tercatat 214,1.

Baca Selengkapnya
Gejala DBD Berubah pada Penyintas Covid-19, Sejauh Apa Bahayanya?
Gejala DBD Berubah pada Penyintas Covid-19, Sejauh Apa Bahayanya?

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut, perubahan gejala tersebut akibat pengaruh reaksi imunologi.

Baca Selengkapnya
Kasus Covid-19 Muncul lagi, Sekda Jateng Sebut yang Terpapar Karena Belum Booster
Kasus Covid-19 Muncul lagi, Sekda Jateng Sebut yang Terpapar Karena Belum Booster

Terkait mobilisasi orang yang banyak berpotensi terjadi pada liburan Natal dan Tahun Baru, pemerintah belum mengeluarkan kebijakan pembatasan perjalanan.

Baca Selengkapnya
SEMENIT PAHAM: Ajak Orang Golput di Pemilu Bisa Dipidana, Ini Aturannya
SEMENIT PAHAM: Ajak Orang Golput di Pemilu Bisa Dipidana, Ini Aturannya

Jangan sembarangan memprovokasi orang untuk tidak memilih di pemilu. Karena hal itu bisa melanggar pidana

Baca Selengkapnya