Identitas Warga Kebumen Beredar, Polisi Pastikan Bukan Pria Pengancam Jokowi

Minggu, 12 Mei 2019 10:22 Reporter : Abdul Aziz
Identitas Warga Kebumen Beredar, Polisi Pastikan Bukan Pria Pengancam Jokowi viral pria ancam jokowi. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Warga Kebumen, Dheva Prayoga (24) dikaitkan sebagai pemuda yang mengancam memenggal kepala Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat unjuk rasa depan Bawaslu, Jumat (10/5). Video itu beredar sehingga membuat heboh warga Kebumen.

Memastikan kebenaran informasi tersebut, Polres Kebumen melakukan penyelidikan. Setelah dilakukan klarifikasi dan pemeriksaan intensif, polisi memastikan bahwa Dheva yang foto serta identitasnya beredar luas di media sosial bukan orang yang ada di video.

"Pada hari Jumat kemarin Dheva berada di Kebumen, dan pernyataannya dikuatkan oleh beberapa orang saksi. Dia juga tidak pernah aktif dalam politik dan terakhir ke Jakarta sekitar tahun 2016," kata Kasubbag Humas Polres Kebumen, AKP Suparno, Minggu (12/5).

Dheva yang didatangkan ke Polres Kebumen menyesali beredarnya foto yang berisi profil identitas dirinya. Ia mengapresiasi polisi mengambil langkah cepat untuk klarifikasi. Ia berharap polisi segera menangkap orang yang mengancam akan memenggal kepala Jokowi.

Suparno juga mengimbau agar masyarakat tidak mudah terpancing informasi yang belum jelas kebenarannya.

Sebelumnya, beredar sebuah rekaman video memperlihatkan seorang wanita berdemo di depan Kantor Bawaslu pada Jumat (11/5) kemarin. Tak lama, muncul seorang pria menyebut 'penggal kepala Jokowi' dalam video itu.

Dalam video berdurasi 1.34 detik yang diterima merdeka.com, terlihat lelaki berjaket cokelat dan berpeci menyerukan supaya memenggal kepala Presiden Joko Widodo.

Ketua Umum Relawan Jokowi Mania Immanuel Ebenezer sudah melaporkan pria dalam video viral yang ingin memenggal kepala Presiden Joko Widodo ke Polda Metro Jaya, Jakarta pada Sabtu (11/5) sore.

Laporan Immanuel telah diterima oleh pihak Polda Metro Jaya dengan nomor LP/2912/V/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus. Dengan pelapor Yeni Marlina dan Terlapor masih dalam lidik.

Pengancam Jokowi dan perekam video diancam dengan Pasal 207 KUHP tentang penghinaan terhadap penguasa dan Pasal 27 ayat 4 junto pasal 45 ayat 1 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE. [did]

Topik berita Terkait:
  1. Jokowi
  2. Video Viral
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini