IDEAS Nilai New Normal di Indonesia Belum Sesuai Standar WHO

Jumat, 11 September 2020 12:07 Reporter : Supriatin
IDEAS Nilai New Normal di Indonesia Belum Sesuai Standar WHO Pelanggar masker di Jakarta. ©2020 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Merdeka.com - Peneliti Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS), Fajri Azhari menilai new normal yang diterapkan di Indonesia belum sesuai standar organisasi kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO). Ketetapan WHO, sebelum menerapkan new normal sebuah negara harus dapat mengendalikan pandemi Covid-19.

Hal itu ditandai dengan tidak adanya laju pertumbuhan kasus Covid-19 dan nihil transmisi lokal.

"Kalau Indonesia menerapkan new normal belum memenuhi standar WHO," kata Fajri melalui diskusi virtual, Jumat (11/9).

Karena penerapan new normal tidak memenuhi standar WHO, kasus positif dan kematian akibat Covid-19 di Indonesia terus mengalami peningkatan. Bahkan, dalam beberapa hari terakhir, penambahan kasus positif Covid-19 harian lebih dari 3.000 orang.

Fajri menjelaskan, pada 6 April hingga 5 Juni 2020, penambahan kasus Covid-19 harian di Tanah Air masih di bawah angka 500 orang. Setelah memasuki fase new normal, penambahan kasus Covid-19 sangat tidak menggembirakan.

"Angkanya sangat tidak menggembirakan, dari 445 orang melonjak menjadi 1.141 kasus. Lalu di bulan berikutnya dari 6 Juli sampai 5 Agustus meningkat lagi sekitar 1.714 kasus. Di bulan ketiga ini tembus 2.000 kasus per hari," ucapnya.

Baca Selanjutnya: Tak hanya kasus positif penambahan...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini