Idap Sakit Jantung, Hakim Lasito Ajukan Izin Berobat di Luar Rutan

Selasa, 16 Juli 2019 19:53 Reporter : Danny Adriadhi Utama
Idap Sakit Jantung, Hakim Lasito Ajukan Izin Berobat di Luar Rutan Sidang Mantan Ketua PN Semarang, Lasito. ©2019 Merdeka.com/Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Mantan Ketua PN Semarang, Lasito, mengaku sering mengalami nyeri di bagian jantung. Selama ini, Lasito ditahan di rumah tahanan (rutan) Kendal.

Lasito ingin mengecek kesehatannya sehingga mengajukan izin berobat ke rumah sakit pada hakim Tipikor Semarang. Hal itu dia sampaikan di sela sidang lanjutan kasus suap dana Banpol PPP dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.

"Saya mohon majelis hakim untuk mengabulkan niatan saya agar bisa berobat keluar rutan. Sebab sudah ada dokter spesialis jantung yang menangani saya selama di Rutan Kendal buka praktiknya di RS Telogorejo, Semarang setiap Jumat dan Sabtu," kata Lasito, di Tipikor Semarang, Selasa (16/7).

Dia menyebut selama ini penanganan medis yang dilakukan di dalam rutan belum berjalan maksimal. Sebab riwayat penyakit jantung sudah lama dan membutuhkan penanganan rutin.

"Saya punya riwayat jantung sudah lama. Dada saya sering nyeri, rasanya sakit," ujarnya.

Menanggapi permintaan Lasito, JPU KPK Abdul Basir, akan mengecek ulang keluhan penyakit yang diderita terdakwa.

"Secara prinsip kalau ada kebutuhan medis dan keterangan dokter bahwa butuh pengobatan di luar klinik rutan dan hakim mengeluarkan surat pengeluaran dari rutan, maka akan kita keluarkan," kata Basir usai sidang.

"Kita masih selidiki, bahwa kita aturan sendiri bahwa setiap narapidana maupun tahanan tetap bisa cek ulang kesehatannya di rutan. Itu sudah kita lakukan selama ini," sambungnya.

Lasito mendekam di bui gara-gara dugaan perkara suap kasus dana Banpol PPP. Dia didakwa menerima aliran dana suap dari Bupati Jepara nonaktif, Ahmad Marzuqi. Lasito sendiri sudah mengembalikan dana Rp350 juta atas kasus tersebut kepada KPK.

"Ada Rp350 juta uang yang sudah dikembalikan oleh Pak Lasito," tutup Abdul Basir. [lia]

Topik berita Terkait:
  1. Kasus Suap
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini