ICW Sebut Ratusan Pegiat Anti Korupsi Menjadi Korban Kekerasan

Rabu, 10 April 2019 16:39 Reporter : Ronald
ICW Sebut Ratusan Pegiat Anti Korupsi Menjadi Korban Kekerasan ICW. ©2015 merdeka.com

Merdeka.com - Indonesian Corruption Watch (ICW) mencatat ada ratusan pegiat anti korupsi yang mengalami kekerasan fisik maupun ancaman, dari 1996 hingga 2019. Dari ratusan itu, ICW membagi nya dalam 16 kategori.

"Ada 115 pegiat anti korupsi yang mengalami kekerasan fisik maupun ancaman. Mereka latar belakang profesi, pegiat anti korupsi terbagi dalam 16 kategori ialah aktivis, masyarakat dan Aparatur Sipil Negara. Kategori lainnya seperti jurnalis, anggota DPRD, dosen," kata Divisi Investigasi ICW Wana Alamsyah, di Kantor ICW, Jalan Kalibata Timur IV D No. 6, Jakarta Selatan, Rabu (10/4).

"Aktor yang paling rentan dikriminalisasi ataupun diserang secara fisik yaitu aktivis. Sementara masyarakat jadi terbanyak kedua, perannya sebagai whistleblower bila ada indikasi korupsi," tambahnya.

Bahkan, dia mengungkapkan, pegawai dan komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun tak lolos dari kekerasan dan ancaman. Contohnya seperti penyiraman air keras pada Novel Baswedan, teror bom di kediaman Agus Rahardjo dan pelemparan bom di rumah Laode M Syarif.

"Peristiwa ini perlu mendapat perhatian bersama, ini tidak bisa dipandang kasuistik serangan terhadap individu, karena jumlahnya banyak serta menyasar pimpinan KPK," ujarnya.

Wana menegaskan, serangan terhadap aktivis korupsi sangatlah serius. Mengingat, para korbannya bukanlah orang biasa, seperti anggota KPK tersebut yang seharusnya masuk kategori obstruction of justice.

"Celakanya, mekanisme untuk memproses perkara ini belum dimaksimalkan oleh KPK," pungkasnya. [fik]

Topik berita Terkait:
  1. ICW
  2. Kasus Korupsi
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini