Ibu Muda di Muara Enim Bunuh Bayinya Usia 10 Hari yang Sudah Diadopsi Orang Lain

Sabtu, 26 November 2022 21:06 Reporter : Irwanto
Ibu Muda di Muara Enim Bunuh Bayinya Usia 10 Hari yang Sudah Diadopsi Orang Lain Ilustrasi bayi. ©2015 Pixabay

Merdeka.com - Bayi perempuan yang baru berusia 10 hari meninggal akibat dibunuh ibu kandungnya sendiri, RI (22). Pelaku ditangkap polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Peristiwa itu bermula saat pelaku bertandang ke rumah pengadopsi bayinya inisial EK (49) di Belimbing, Muara Enim, Sumatera Selatan, Jumat (25/11). Ketika itu, korban sedang diasuh pengasuhnya, M (19) di rumah. Lantas, pelaku mendekati korban yang lagi tertidur.

Tak lama, saksi melihat pelaku memegang sebilah pisau yang sudah penuh dengan bercak darah. Sementara korban mengalami luka robek besar di lehernya.

Saksi berteriak meminta tolong yang membuat pelaku berusaha melarikan diri. Warga pun mengamankan pelaku dan membawa korban ke puskesmas untuk diselamatkan.

Bayi itu dinyatakan telah meninggal akibat luka gorok. Polisi datang ke lokasi untuk mengamankan pelaku dan olah TKP.

Kasatreskrim Polres Muara Enim AKP Toni Saputra mengungkapkan, tersangka menghabisi nyawa bayi yang sudah diadopsi orang lain itu dengan memanfaatkan situasi sepi. Terlebih, kedatangannya ke rumah itu tak menunjukkan gelagat mencurigakan.

"Tersangka kami amankan setelah membunuh bayinya sendiri yang baru berusia 10 hari. Bayi itu sudah diadopsi orang lain," ungkap Toni, Sabtu (26/11).

Saat ini, tersangka masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik. Belum banyak keterangan yang didapat petugas karena tersangka lebih banyak murung.

"Tersangka dan saksi-saksi masih kita periksa," ucapnya.

2 dari 2 halaman

Motif

Toni mengungkapkan, hasil pemeriksaan sementara terkuak bahwa tersangka berubah pikiran dan bermaksud mengambil kembali bayinya dari pengadopsi, EK (49). Dia memutuskan ingin merawat bayi itu setelah diberikan kepada saksi beberapa hari sebelumnya.

"Tapi niat tersangka gagal karena pengadopsinya tidak mengizinkan lagi," ungkapnya.

Larangan itu membuat tersangka sakit hati. Dia pun merencanakan pembunuhan dengan sengaja berangkat dari rumahnya di Penukal Abab Lematang Ilir ke Muara Enim, rumah pengadopsi.

"Tersangka membunuhnya biar dia dan pengadopsi biar sama-sama tidak memiliki korban," ujarnya.

Namun, kata Toni, dugaan motif tersebut masih hasil pemeriksaan sementara. Bisa saja ada kemungkinan lain seiring masih berlangsungnya pendalaman.

"Penyidikan masih berkembang untuk menelusuri kemungkinan lain, bisa saja ada dugaan lain atau motif yang sebenarnya," pungkasnya. [noe]

Baca juga:
Bapak dan Anak di OKUS Bunuh Kerabat Gara-gara Uang Jaga Jembatan Darurat
Mahasiswa Nekat Bakar Teman Demi Penuhi Hasrat Beli Ekstasi dan Nonton Organ Tunggal
Usai Bunuh dan Bakar Teman, Mahasiswa di OKU Timur Berniat Jual Mobil Korban
Pembunuhan Mahasiswa di OKU Timur, Jasad Korban Disimpan dalam Bagasi Sebelum Dibakar
Ingin Kuasai Mobil, Mahasiswa Bunuh dan Bakar Teman di OKU Timur
Polisi Tangkap Penusuk Sopir TransJakarta di Ciracas

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini