Ibu ini ditahan RS karena belum melunasi biaya perawatan

Rabu, 24 April 2013 15:19 Reporter : Mohamad Taufik
Ibu ini ditahan RS karena belum melunasi biaya perawatan Ilustrasi dirawat di rumah sakit. ©Shutterstock.com/Thawan Supasorn

Merdeka.com - Beginilah nasib Ani Rusiani, ibu rumah tangga pasien rumah sakit umum daerah (RSUD) Cianjur. Gara-gara belum mampu melunasi sisa biaya perawatan RS sebesar Rp 1,4 juta, dia ditahan dan tidak boleh pulang sebelum melunasi tagihan.

Dikutip dari Antara, Ani, warga Kampung Salagedang, Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur, itu menderita penyakit komplikasi. Sudah tiga hari dia ditahan dengan infus kosong menancap di tangan dan selang di kelamin.

"Kami sudah memohon pada kepala ruangan untuk memberikan rekomendasi agar istri saya dapat diizinkan pulang atas petunjuk dokter, namun tanpa memberikan alasan jelas, istri saya tidak diberikan izin sebelum melunasi tagihan," kata Ajid (51) suami pasien, Rabu (24/4).

Dia menjelaskan, istrinya terpaksa dirujuk ke RSUD Cianjur karena penyakit komplikasi, paru-paru, leukemia dan usus buntu dengan menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari desa dan kecamatan.

Selama hampir dua minggu istrinya menjalani perawatan di rumah sakit milik pemerintah itu. Hingga akhirnya dipersilakan pulang. Namun karena Ajid tidak memiliki pekerjaan tetap, dia terkejut karena harus membayar tagihan sebesar Rp 1,4 juta.

Meskipun tidak mampu dia berusaha meminta keringanan agar istrinya diperbolehkan pulang. Dia juga takut tagihan terus membengkak jika istrinya terus ditahan di rumah sakit dengan posisi tangan masih terpasang infus yang sudah kosong dan selang di bagian kelamin.

Sebenarnya, pada hari ke tiga RS mengizinkan pasien pulang, namun dengan catatan melunasi tagihan hingga lima hari ke depan. "Niat saya, jika istri sudah boleh pulang, saya akan mencari pinjaman untuk melunasi tagihan itu. Tapi baru hari ini setelah ada teman-teman media, istri saya diizinkan pulang," katanya.

Sementara itu manajemen RSUD Cianjur menolak memberikan komentar. Alasan mereka, komentar ke media hanya diberikan lewat satu pintu, yakni dari direktur rumah sakit. Namun direktur sudah beberapa hari terakhir tidak berada di tempat karena tugas ke luar.

"Kami memang mengetahui adanya pasien yang belum diizinkan pulang karena belum bisa melunasi tagihan. Namun kebijakan tersebut dari kepala ruangan juga bisa atau langsung ke direktur. Hari ini beliau tidak berada di tempat mungkin tugas luar," kata salah seorang staf yang menolak namanya disebut. [mtf]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Kesehatan
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini