Ibu Hamil di Lebak Ditandu Akibat Jalan Rusak, Begini Jawaban Bupati

Senin, 9 September 2019 13:35 Reporter : Dwi Prasetya
Ibu Hamil di Lebak Ditandu Akibat Jalan Rusak, Begini Jawaban Bupati Wanita Hamil Ditandu ke Rumah Sakit. ©2019 Istimewa

Merdeka.com - Kenti (38), seorang ibu hamil warga Kampung Naga Hurip, Desa Mekarjaya, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, terpaksa ditandu untuk menuju ke Puskesmas Panggarangan gara-gara jalan rusak. Nahasnya, bayi dalam kandungan Kenti diketahui meninggal saat tiba di puskesmas.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mengatakan, Kabupaten Lebak memiliki luas wilayah hampir 35 persen dari luas wilayah Banten dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang hanya Rp 2,8 triliun tidak mungkin pembangunan jalan mampu terselesaikan secara keseluruhan.

"Maka dari itu, kita di samping mengoptimalkan dana desa ini ada juga harus menggalang gotong royong dari masyarakat," kata Iti di kawasan Museum Multatuli, Lebak, Banten, Senin (9/9).

Menurut Iti, keikutsertaan masyarakat terhadap kepedulian lingkungan sangat dibutuhkan untuk menangani kasus ibu hamil seperti program yang digagas Puskesmas Bojongmanik Jamilah (Jemput Antar Ibu Hamil Bermasalah).

"Tentunya kalau mengandalkan pemerintah tidak akan pernah bisa, tidak akan memadai. Kita masih keterbatasan SDMnya, keterbatasan anggarannya. Terpenting kita saling peduli terhadap sesama makanya kita ada pemasangan bendera di rumah ibu hamil. Supaya masyarakat ikut peduli," katanya.

Sebelumnya, Camat Panggarangan, Kabupaten Lebak, Aan Juanda mengatakan ada dua hal yang menjadi perhatian publik. Pertama pelayanan kesehatan dan kedua akses jalan menuju puskesmas.

Mengenai akses jalan, menurutnya, pemerintah tidak menutup mata dan sedang melakukan perbaikan jalan melalui anggaran tahun 2018-2019 melalui dana desa, namun belum tuntas dan menemui kendala pembangunan. Ada sekitar 6 kilometer yang masih rusak dari Kampung Gintung hingga Kampung Naga Hurip.

"Itu jalan poros desa panjang 6 KM dari Gintung. Muka kampung gintung sudah dicor ketika mau nyambung ada bangunan rumah warga. Harapan bisa dibebaskan susah juga beban biayanya dari mana," katanya.

Meskipun demikian, ia mengatakan pemerintah desa sedang mencari solusi untuk menyelesaikan permasalahan kendala pada pembangunan jalan tersebut.

"Kami sedang pendekatan kepada warga yang punya sawah kita alihkan jalan. Ada 8 pemilik sawah cepat atau lambat ada jawaban sehingga ini jadi program ke depan mengantisipasi hal-hal yang tidak diingin oleh masyarakat," tuturnya. [did]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini