Ibas disebut-sebut dalam kesaksian Angie, ini pembelaan Demokrat

Kamis, 7 Januari 2016 12:06 Reporter : Rizky Andwika
Ibas disebut-sebut dalam kesaksian Angie, ini pembelaan Demokrat Angelina Sondakh bersaksi di sidang Nazaruddin. ©2016 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Mantan Anggota Komisi X DPR dari Fraksi Demokrat, Angelina Sondakh kembali 'bernyanyi' dengan menyeret sejumlah nama elite Partai Demokrat dengan menyebut nama Sekjen Demokrat kala itu Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) yang menyetujui proyek yang digarap oleh PT Duta Graha Indah.

Apa tanggapan elite Demokrat dengan nyanyian Angelina Sondakh itu?

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Agus Hermanto mengklaim bahwa putra bungsu Susilo Bambang Yudhoyono itu tak terlibat sedikitpun. Dia meyakini perempuan yang kerap disapa Angie itu hanyalah ingin menyeret nama elite Demokrat.

"Ya saya juga sangat menyesalkan karena Demokrat sekarang lagi adem-ademnya, lagi bagus. Kok ada berita seperti itu. Tapi dibalik itu kami yakini lah kalau Mas Ibas itu seribu persen nggak bakal terkait masalah ini. Tapi kalau toh disebut itu ya kalau namanya orang besar kan biasa selalu diambil namanya, tapi kami meyakini kalau Mas Ibas tidak terkait masalah ini," ujar Agus di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (7/1).

Agus juga membantah kesaksian Angie dalam sidang yang menyebut partainya telah mendapatkan jatah 20 persen dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2009-2014.

"Itu kan nanti bisa dilihat, dan setahu saya itu tidak ada bagi-bagi itu, semuanya kan bisa ditelusuri bisa diselidiki, semuanya ini sekarang sudah masuk ranah penegakan hukum, biarlah penegakan hukum ini bekerja. Kami juga yakin betul kalau tidak ada bagi-bagu seperti itu di Demokrat," tuturnya.

Meski terus-terusan membantah, ternyata tak membuat Partai Demokrat tersinggung dengan nyanyian Angelina Sondakh yang terus-terusan menyeret nama Ibas. Agus mengaku partainya tak akan melayangkan gugatan ke Angie dengan tuduhan pencemaran nama baik.

"Ini kan sudah di ranah penegakan hukum, biarlah proses ini berjalan, tadi yang saya sampaikan hanya penyesalan saya, sekarang ini Demokrat lagi adem-ademnya kok ada seperti ini. Namun ini adalah keadaan yang harus kita hadapi," tandasnya. [rhm]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini