Hubungan Wali Kota Tegal dan Wakilnya Memanas, Ganjar Sebut Contoh Kurang Baik

Kamis, 25 Februari 2021 16:22 Reporter : Danny Adriadhi Utama
Hubungan Wali Kota Tegal dan Wakilnya Memanas, Ganjar Sebut Contoh Kurang Baik Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Perseteruan antara Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono dengan Wakilnya, Muhammad Jumadi semakin memanas. Kabar terbaru, Dedy melaporkan wakilnya itu ke Polda Jateng terkait dugaan rekayasa kasus dan pencemaran nama baik.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo merespons serius persoalan itu. Dia memerintahkan dua pimpinan di Kota Tegal agar kasus pribadinya tidak dibawa sampai pelaporan ke Polda Jateng.

"Saya minta jangan saling melapor. Saya mungkin belum tahu situasinya, kejadiannya dan kemarahannya seperti apa. Tapi, sebenarnya ini akan menjadi contoh yang kurang baik. Kalau begitu tidak menarik," kata Ganjar Pranowo ditemui di kantornya, Semarang, Kamis (25/2).

Dia juga sudah mengajak kedua pihak untuk berkomunikasi menghentikan kekisruhan. Menurutnya, bila terjadi seperti ini, nanti yang rugi rakyat. Pelayanan publik pasti terganggu dan isu yang beredar jadi tidak baik.

"Kalau tersebar keluar nanti jadi ramai, belum lagi kalau ada kelompok lain yang ingin naik ke isu ini dengan segala kepentingannya. Itu akan jadi runyam," ungkapnya.

Sebelumnya, Ganjar melantik ke duanya menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota serta mengingatkan mereka agar bisa menata pemerintahan yang baik dan bersih. Namun sampai sekarang, Ganjar heran dengan Pemerintahan di Kota Tegal, sebab dari dulu, selalu ada hal aneh.

"Kalau nanti gonjang-ganjing terus seperti ini, apa perlu diruwat, dari dulu ada-ada saja. Apa perlu kita buat istigasah, pengajian dan wayangan biar adem lagi," kata Ganjar.

Sebelumnya diberitakan, hubungan Dedy Yon dengan Jumadi retak. Bahkan, Wakil Wali Kota Tegal dikabarkan tidak pernah masuk ke kantor selama beberapa hari dengan alasan sopir serta ajudan pribadinya ditarik dari rumah dinas.

Bahkan kabar terbaru, Dedy telah melaporkan Jumadi ke Polda Jateng terkait rekayasa kasus dan pencemaran nama baik. Laporan itu disebut imbas dari sebuah insiden penggerebekan Dedy di Century Park Hotel Jakarta pada 9 Februari lalu. Saat menginap di hotel itu, Dedy digerebek oleh empat personel anggota kepolisian yang mengaku dari Ditresnarkoba Polda Metro Jaya.

Dari pemeriksaan, Dedy dikatakan bersih dari narkoba, termasuk hasil uji urine juga dinyatakan negatif. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Ganjar Pranowo
  3. Tegal
  4. Semarang
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini