Hindari hal-hal bisa lalai kepada Allah SWT, termasuk alat musik

Kamis, 8 Juni 2017 08:00 Reporter : Desi Aditia Ningrum
Hindari hal-hal bisa lalai kepada Allah SWT, termasuk alat musik Musisi. ©2015 REUTERS/Nacho Doce

Merdeka.com - Ramadan ialah bulan suci dan penuh berkah. Pada bulan ini seluruh umat muslim berusaha untuk beribadah sempurna agar mendapat pahala dari Allah SWT.

Selain menahan lapar dan haus, orang berpuasa juga mesti kuat menahan hawa nafsu dalam bentuk apapun. Salah satunya yaitu orang berpuasa wajib menjauhi segala bentuk dan jenis alat musik, yang menjerumuskan dalam kelalaian. Baik berupa kecapi, rebab, gitar, biola, piano dan sebagainya.

Dikutip dari buku Majelis Bulan Ramadhan karangan Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin, semua bentuk dan jenis alat musik tersebut haram. Dosa dan keharamannya akan bertambah jika diiringi nyanyian pembangkit hawa nafsu yang dilagukan dengan suara merdu.

"Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh adzab yang menghinakan." (QS Luqman:6).

Telah shahih dari Ibnu Mas'ud tentang ayat ini. "Demi Allah, tidak ada ilah yang berhak diibadahi melainkan hanya Dia, hal itu adalah nyanyian," kata Ibnu Mas'ud.

Rasulullah SAW telah memberi peringatan untuk berhati-hati dari alat-alat musik. Bahkan beliau menyertakan penyebutannya dengan zina.

"Akan datang beberapa golongan dari umatku yang menghalalkan zina, sutera, khamer, dan alat-alat musik," kata Rasulullah.

Namun Islam tak mengharamkan mutlak nyanyian atau memainkan alat musik. Ada dua waktu yang diperbolehkan melakukan hal itu.

Hari Raya

Aisyah RA meriwayatkan, "Abu Bakar RA masuk ke tempatku dan di dekatku ada dua anak perempuan kecil dari wanita Anshar, sedang bernyanyi tentang apa yang dikatakan oleh kaum Anshar pada masa perang Buats." Aku berkata, "Keduanya bukanlah penyanyi." Kemudian Abu Bakar berkata, "Apakah seruling setan ada di dalam rumah Rasulullah?" Hal itu terjadi ketika Hari Raya. Kemudian Rasulullah bersabda, "Wahai Abu Bakar, sesungguhnya setiap kaum memiliki hari raya dan ini adalah hari raya kita." (HR Bukhari no. 949).

Hari Pernikahan

Dalam acara pernikahannya Rubayyi binti Mu'awwidz ada anak kecil yang menabuh rebana dan bernyanyi dan Rasulullah SAW tidak mengingkari adanya hal tersebut.

"Pembeda antara yang halal dan yang haram adalah menabuh rebana dan suara dalam pernikahan." HR Tirmidzi 1080 yang dihasankan oleh Syekh Al-Albani. [ded]

Topik berita Terkait:
  1. Lentera Ramadan
  2. Jakarta
  3. Ramadan 2017
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini