Hina Jokowi di FB dibekuk, kader PKS sebut Orde Baru hadir lagi

Rabu, 29 Oktober 2014 11:12 Reporter : Efendi Ari Wibowo
Hina Jokowi di FB dibekuk, kader PKS sebut Orde Baru hadir lagi borgol. shutterstock

Merdeka.com - Tukang tusuk sate Muhammad Arsad alias Imen diringkus Mabes Polri Kamis pekan lalu karena mengunggah gambar telanjang berwajah Joko Widodo (Jokowi) lewat media sosial facebook pada masa Pilpres 2014 lalu.

Peristiwa itu mengundang komentar pedas dari Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jonru Ginting.

"Ada pria yang Ditangkap Mabes Polri Setelah Membully Jokowi? Berita ini kemarin bikin heboh di mana-mana. Orde baru jilid dua telah hadir! Kata banyak orang," tulis Jonru Ginting dalam akun facebooknya Jonru, Rabu (29/10).

Jonru menyangsikan beberapa kejanggalan yang dia temukan dalam berita yang mengulas kasus itu. Dia tak percaya terhadap pekerjaan Imen sebagai tukang tusuk sate.

"Disebutkan bahwa profesi pria tersebut adalah tukang tusuk sate. Hm... baru tahu nih, ada profesi tukang tusuk sate. Kalo tukang sate sih, saya sudah lama tahu," terang dia.

Lanjut dia, saat Pemerintahan Presiden Habibie, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kebebasan berpendapat sangat dihargai. Tak ada masyarakat yang ditangkap polisi akibat mengkritik presiden.

"Dulu SBY, Gus Dur dan Habibie ketika menjabat sebagai presiden pun sering di-bully. Tapi alhamdulilah tak ada yang ditangkap. Tapi sekarang kok ada yang ditangkap? (walau berita-berita mengenai hal itu menurut saya aneh bin ajaib!)," tambah dia.

Jonru pun mengungkapkan dirinya tak takut mengalami nasib yang sama akibat terkenal sering bersuara keras terhadap Presiden Jokowi. Dia menyatakan selama ini mengkritik pemerintah dengan cara yang santun dan wajar.

"Dan kalaupun berita ini benar, insya Allah saya tak akan takut. Karena saya merasa berada di pihak yang benar, tidak melakukan kesalahan. Yang saya lakukan adalah mengkritik dengan cara yang baik. Tapi orang-orang yang blingsatan menyebut itu fitnah, provokasi, memecah-belah bangsa, dan seterusnya," pungkas dia. [ren]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini