Hina Gus Mus, karyawan Adhi Karya langsung diberi SP3

Jumat, 25 November 2016 10:43 Reporter : Lia Harahap
Hina Gus Mus, karyawan Adhi Karya langsung diberi SP3 Syukuran 70 Tahun Gus Mus. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - PT Adhi Karya tengah menjadi pergunjingan di dunia maya. Seorang karyawannya ketahuan berkata-kata tidak pantas saat menanggapi postingan KH Mustofa Bisri atau Gus Mus soal salat Jumat di jalan.

Postingan Gus Mus ini soal ramainya wacana sejumlah Ormas melakukan salat Jumat di jalanan di sela demo 2 Desember. Ini merupakan aksi lanjutan terkait kasus dugaan penistaan agama dilakukan Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama.

"Aku dengar kabar di ibu kota akan ada Jum'atan di jalan raya. Mudah2an tidak benar. Kalau benar, wah dalam sejarah Islam sejak zaman Rasulullah SAW baru kali ini ada BID'AH sedemikian besar. Dunia Islam pasti heran. Kalau benar, apakah dalil Quran dan Hadisnya? Apakah Rasulullah SAW, para sahabat, dan tãbi'iin pernah melakukannya atau membolehkannya." begitu tiga postingan pertama Gus Mus, dalam akun Twitternya @gusmusgusmu pada 23 November lalu.

Rupanya tujuh postingan kultwit Gus Mus ditanggapi netizen beragam. Sampai ada yang berkata tak pantas seperti dilakukan Pandu Wijaya lewat akun Twitter @Panduwijaya yang merupakan karyawan PT Adhi Karya. Kini Pandu telah mengunci akunnya.

Ucapannya mendapat respons langsung dari Komisaris Utama Adhi Karya, Fadjroel Rachman. Fadjroel langsung meminta maaf pada Gus Mus lewat akun Twitter-nya @fadjroel.

"Atas nama pribadi dan @AdhiKaryaBUMN saya ucapkan mohon maaf sebesar-besarnya kepada @gusmusmu atas ucapan tak pantas karyawan kami," posting Fadjroel pada tanggal 24 November kemarin.

Permintaan maaf Fajdroel berbalas dengan ucapan bijak dari Gus Mus yang diposting lewat akun Facebook-nya sekitar 3 jam yang lalu.

"Saudara Fadjroel Rachman dan Adhi Karya BUMN dengan sungguh-sungguh memintakan maaf atas ucapan salah satu karyawannya. Maka dengan sungguh-sungguh saya menjawab: Tidak ada yang perlu dimaafkan, Mas Fadjroel. Kesalahannya mungkin hanyalah menggunakan 'bahasa khusus' di tempat umum. Maklum masih muda."

Terpisah, Corporate Secretary PT Adhi Karya, Ki Syahgolang Permata mengatakan, akibat perbuatannya karyawan bernama Pandu itu telah diberikan surat peringatan III.

"Yang bersangkutan sudah diberikan surat peringatan karena mengeluarkan pendapat pribadi dengan menggunakan atribut Adhi yang dampaknya mengganggu kinerja rekan-rekan yang lain, karena ini kan begitu viral," katanya saat dihubungi merdeka.com, Jumat (25/11).

Meskipun yang bersangkutan telah meminta maaf, kata Syahgolang, memberikan surat peringatan ini agar sebagai bentuk introspeksi.

"Sekaligus beristirahat sementara dan menjadi bagian dan pembinaan. Dan hari ini memang sedang tidak masuk karena istirahat itu tadi ya," sambungnya.

Pandu sendiri, sambungnya, merupakan karyawan kontrak dari Adhi Karya. Berkaca dari kasus ini, katanya, tentunya akan menjadi perhatian pihak perusahaan. [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini