Hikayat karya-karya Iwan Fals

Jumat, 13 November 2015 10:46 Reporter : Arbi Sumandoyo
Hikayat karya-karya Iwan Fals Iwan Fals. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - "Kaya lagu Ada. Kemudian lalu ada lagi, namanya mimpi kan abstrak," kata Iwan mencontohkan salah satu karya lagunya yang dia dapat dari mimpi.

"Ada yang ada Ada yang tak ada Nyatanya ada Nyatanya tak ada," Kata Iwan Fals seraya menyanyikan lirik lagu berjudul 'Ada'.

Lagu ini merupakan karya Iwan Fals dalam album bertajuk ' Raya ' yang dinyanyikan bersama Lea Simanjuntak. Album itu juga merupakan persembahan untuk Raya Rambu Rabbani, anak ketiga Iwan Fals yang kini berusia berusia 12 tahun.

Setiap membuat lagu, Iwan Fals memang selalu memberikan karya terbaik. Jangan kaget jika ribuan penggemarnya selalu menanti suami dari Rosana yang akrab dipanggil Mbak Yos. Karya-karyanya saat Orde Baru berkuasa memang menjadi sentilan gambaran nyata realita kehidupan saat itu. Namun Iwan Fals tak mau jika karya-karyanya disebut sebagai kritik.

"Lalu menjadi cerita lain di media setelah direkam," kata Iwan Fals menjawab pertanyaan soal cerita perjalanan membuat lagu berjudul 'Tikus-tikus kantor'.

Lagu bertema realita kehidupan, cinta dan alam memang selalu ada dalam album-album ditelurkan oleh ayah dari, Galang Rambu Anarki (1982-1997), Anissa Cikal Rambu Basae (29), dan Raya Rambu Robbani (12) itu. Ide pembuatan lagu bertema lingkungan pun sedikit dibahas oleh Iwan Fals. Menurut dia, lagu itu muncul ketika alam memang tak lagi bersahabat. Tengok saja lagu berjudul 'Isi Rimba Tak Ada Tempat Berpijak Lagi'. Bagi Iwan, merawat alam bukan hanya celoteh semata, tetapi tindakan. Dan rumahnya menjadi contoh dimana manusia bersahabat dengan alam.

"Itu mengelitik saya untuk terus belajar. Saya juga tahu kalau pohon dan hutan ditebangi itu tidak ada air," ujar Iwan Fals. "Saya jalani hidup saya saja, kalau sesuai dengan hati saya, saya akan ini. Kalau enggak, saya akan ngomong. Bentuk omongan saya, kebetulan kerja saya dari musik yang saya tuangkan dalam sebuah lagu. Kalau itu menjadi apa, Allah yang atur. Wallahu A'lam" katanya.

Bagi Iwan Fals, prinsip hidupnya yang terpenting adalah bermanfaat bagi orang lain. "Kalau tangan saya masih bisa meraih untuk memberi manfaat kenapa enggak. Tapi saya tidak bisa merangkul semua" ujarnya. [war]

Topik berita Terkait:
  1. Merdeka Coverstory
  2. Jakarta
  3. Iwan Fals
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini