Heli EC725 buatan PT DI, diremehkan Kasau tapi diakui dunia

Sabtu, 5 Desember 2015 06:36 Reporter : Hery H Winarno
Helikopter EC 725 PTDI. ©2015 merdeka.com

Merdeka.com - "Begini ya, itu semuanya (melalui) Kemhan (Kementerian Pertahanan), tapi kan yang paling tahu perlunya kan mereka (TNI AU). Saya lihat ini masuk akal atau enggak, saya tanya katanya harus ngadep presiden Jokowi, ya sudah," ujarnya.

Selain itu, Ryamizard tidak ingin isu pembelian helikopter buat presiden makin ramai di tengah masyarakat. Dia khawatir makin memanas dan terjadi keributan.

"Jangan digede-gedein entar berkelahi lagi tuh, gue engga mau," bebernya.

Atas kisruh tersebut, PT DI pun ikut bersuara. Menurut PT DI, helikopter EC725 sebenarnya memang cukup oke. Helikopter ini kali pertama terbang pada 27 November 2000 dengan fleet experience lebih dari 500.000 jam terbang. Bahkan heli ini telah dikirimkan ke seluruh dunia lebih dari 200 unit.

"Heli ini juga sudah digunakan oleh lebih dari 30 kepala negara di dunia di antaranya Mexico, Brazil, Nepal, Kamerun, Chili, Oman, Singapur, Korea Selatan, Prancis, Spanyol, Jepang, dan Uni Emirat Arab," kata Direktur Produksi PT DI Arie Wibowo usai mendampingi Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan, di hanggar PT DI saat melihat heli tersebut, Kota Bandung, Jumat (4/12). [hhw] SELANJUTNYA SEBELUMNYA

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.