Remaja teler pakai air rebusan pembalut tak hanya di Jateng, tapi jabar dan Jakarta

Kamis, 8 November 2018 11:35 Reporter : Merdeka
Ilustrasi Narkoba. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah mengendus adanya penyalahgunaan pembalut wanita di kalangan remaja. Mereka menggunakan air rebusan pembalut wanita agar dapat teler layaknya mengonsumsi narkotika.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari menyampaikan, pihaknya dalam proses mendalami temuan tersebut. Bahkan, di Jakarta pun pengguna air rebusan pembalut nyatanya juga ada.

"Tidak hanya di Jawa Tengah. Di Jawa Barat dan sekitar Jakarta juga kita menemukan bahwa ada anak-anak muda kita yang menggunakan kain pembalut wanita, yang direbus kemudian airnya diminum sebagai bahan pengganti narkoba," tutur Arman di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (8/11).

Sejauh ini, BNN mendapati para remaja yang menggunakan air rebusan pembalut wanita di antaranya kawasan Karawang, Bekasi, dan Jakarta Timur. Mayoritas penggunanya adalah anak remaja usia tanggung.

"Menurut mereka pembalut wanita itu di dalamnya mengandung bahan-bahan psikoaktif," jelas dia.

BNN kini masih menelusuri kasus tersebut. Termasuk mencari tahu kebenaran kandungan zat psikoaktif di pembalut wanita.

"Ini yang jadi perhatian kita, nanti akan kita lakukan pendalaman," Arman menandaskan.

BNN juga sedang mencari tahu kandungan zat yang ada dalam pembalut wanita. "Mungkin sebagai pengawet atau bahan yang lain. Tapi ini masih perlu pendalaman dan pemeriksaan laboratoris," tutur Arman.

BNN pun akan mengkaji sisi pencegahan penyalahgunaan pembalut wanita tersebut. Hal itu karena barang tersebut masuk dalam kategori legal dan mudah didapat di pasaran.

"Ini yang akan kita lakukan pemeriksaan kembali. Kalau misalnya di situ ada pelanggaran hukum atau memang ada ketidaksengajaan, itu memang berbeda cara penanganannya. Kalau di situ pelanggaran hukum yang sudah betul sudah ada UU kita mengatur, nah kita lakukan penegakan hukum sesuai aturan. Tapi kalau itu ketidaksengajaan dan ketidaktahuan, maka barangkali kita akan lebih mengutamakan pencegahannya," Arman menandaskan.

Reporter: Nanda Perdana Putra

Sumber: Liputan6.com [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini