Heboh di Media Sosial Soal Telur Diduga Palsu, Polisi Pastikan Asli dari Induk Ayam

Selasa, 18 Mei 2021 18:20 Reporter : Imam Mubarok
Heboh di Media Sosial Soal Telur Diduga Palsu, Polisi Pastikan Asli dari Induk Ayam Polres Kediri konpers hoaks telur palsu. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Seorang ibu rumah tangga di Kota Kediri mengunggah video dengan narasi dugaan telur ayam palsu. Polres Kediri Kota turun tangan karena video itu menimbulkan polemik.

Video dugaan telur palsu itu banyak beredar di aplikasi percakapan WhatsApp. LA, warga Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kota, Kota Kediri mengaku menemukan telur ayam diduga palsu, pada Minggu (16/5).

Dalam video ini, terlihat bahwa telur dalam kondisi pecah, dan isinya terlihat kental mirip gel. Tak hanya itu, setelah membuka telur lainnya tampak bertekstur keras, dan bagian telur ini dapat diiris menggunakan sebilah pisau.

Telur yang dibeli dari pedagang kaki lima itu membeku saat berada di lemari pendingin. Selain itu putih dan kuning telur juga terlihat berbeda dengan telur ayam pada umumnya. Polisi menyatakan, dugaan telur ayam palsu adalah tidak benar.

"Kami tegaskan di sini, bahwa dugaan telur palsu yang viral belakangan ini di media sosial adalah tidak benar. Telur itu asli dari induk ayam, bukan buatan tangan dari manusia," kata Kasat Reskrim Polres Kediri Kota, Iptu Girindra Wardhana, saat menggelar jumpa pers, di Mako Polres Kediri Kota, Selasa.(18/5).

polres kediri konpers hoaks telur palsu

Girindra menjelaskan, dari bukti telur yang sudah diamankan dan diuji di laboratorium, telur yang dibeli konsumen di daerah Doko, Kabupaten Kediri itu asli dan layak konsumsi.

"Kami sudah melakukan pemanggilan dan pemeriksaan kepada penjual telurnya. Si penjual ini,mengaku mendapatkan stok telur dari ayahnya yang notabene peternak ayam konsumsi di Blitar, bukan peternak ayam tetasan," tambah Girindra.

Proses pengambilan telur di Blitar dan dijual pedagang rentang waktunya tidak lama. Tapi, dari sisi konsumen, diketahui menyimpan telur tersebut di dalam lemari es beberapa hari.

"Jadi tahap pemeriksaan kepada penjual telur ini belum masuk tahap sidik, melainkan lidik. Untuk itu, dari semua bukti dan keterangan yang ada, dalam kasus dugaan telur palsu ini diputuskan bahwa tidak ada pihak yang ditetapkan status tersangka," ucapnya.

polres kediri konpers hoaks telur palsu

Polres Kediri Kota menyelidiki metode penyimpanan telur yang diletakkan di dalam lemari pendingin. Telur berubah bentuk menjadi gel dan bertekstur keras.

"Kondisi ini ada kesalahan pada penyimpanan yang diletakkan di lemari es, dan suhunya ini yang kurang stabil, sehingga berpengaruh pada isi dan tekstur telur tersebut," ungkapnya.

Selanjutnya, Polisi hanya meminta pihak pengunggah video untuk melakukan klarifikasi. Yakni mengunggah video meminta maaf atas kejadian yang telah membuat heboh media sosial. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini