Sekjen PDIP: Penghinaan ke Gus Mus sangat tidak bisa diterima

Jumat, 25 November 2016 13:40 Reporter : Henny Rachma Sari
Sekjen PDIP: Penghinaan ke Gus Mus sangat tidak bisa diterima Syukuran 70 Tahun Gus Mus. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - KH Mustofa Bisri atau akrab dikenal Gus Mus menjadi bahan perbincangan. Pasalnya, ia menjadi bulan-bulanan oleh netizen yang mengkritik kultwitnya melalui media sosial twitter terkait salat Jumat di jalan.

Terkait hal itu, PDI Perjuangan pun meminta semua pihak untuk menggunakan media sosial dengan penuh tanggung jawab.

"Bagi PDI Perjuangan, Gus Mus menjadi sosok pemimpin kultural keagamaan yang mampu menciptakan keteduhan. Senyum Beliau sungguh menyejukkan dengan tatapan mata penuh kelembutan yang mampu meredamkan gejolak amarah sekalipun. Hujatan kepada Beliau sebagaimana dilakukan oleh saudara Pandu Wijaya, yang notabene adalah karyawan BUMN tersebut, sangatlah tidak bisa diterima," ujar Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dalam keterangannya, Jumat (25/11).

"Medsos harus menjadi instrumen membangun peradaban yang saling menghormati, mewartakan kebenaran, dan menyuarakan suara rakyat dengan sejujur-jujurnya. Jangan gunakan medsos untuk alat penghujat," ungkap Hasto.

Hasto mengungkapkan jika partainya sangat menghormati kyai karismatik, seperti sosok Gus Mus.

"Seluruh gerak keagamaan dan kebudayaan Gus Mus menjadi oase kehidupan yang menentramkan ditengah berbagai bentuk cacian dan hujatan yang kini kian marak," kata Hasto.

PDI Perjuangan mengajak semua pihak untuk mengembalikan watak kultural bangsa Indonesia yang rukun, harmoni, dan penuh tenggang rasa.

"Seluruh anggota dan kader PDI Perjuangan diminta untuk mengedepankan dialog, dan menciptakan suasana kesejukan, dengan berguru pada keteladanan sosok pemimpin yang bersahaja seperti Gus Mus," pungkas Hasto. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini