Hasil Uji Labfor: Nunung Sudah Konsumsi Sabu Sejak 13 Bulan Lalu

Selasa, 30 Juli 2019 13:00 Reporter : Nur Habibie
Hasil Uji Labfor: Nunung Sudah Konsumsi Sabu Sejak 13 Bulan Lalu Hasil Uji Labfor Kasus Nunung. ©2019 Merdeka.com/Nur Habibie

Merdeka.com - Kabid Narkoba Puslabfor Bareskrim Polri, Kombes Sodiq Pratomo mengatakan, pelawak Tri Retno Prayudati alias Nunung (56) telah mengonsumi narkoba jenis sabu lebih dari satu tahun terakhir. Hal itu diketahui usai Nunung menjalani test urine, darah dan rambut pada Selasa (23/7) kemarin.

"Dari hasil dari pemeriksaan rambut kini sudah mengkonsumsi dari 13 bulan lalu," kata Sodiq di Polda Metro Jaya, Selasa (30/7).

Durasi penggunaan sabu tersebut dapat diketahui dengan metode khusus. Secara singkat, setiap sentimeter rambut Nunung diperiksa untuk mengetahui ada tidaknya kandungan metamfetamin.

Sehingga, kata Sodiq, dengan sampel rambut Nunung sepanjang 13 sentimeter itu diasumsikan anggota group lawak Srimulat itu telah mengkonsumsi sabu sejak 13 bulan lalu.

"Berati kalau rambut Nunung itu 13 cm berarti dia penggunaannya sudah 13 bulan, karena sample saya cek per sentimeter secara runut," jelasnya.

Sodiq mengungkapkan, kadar metamfetamin hasil test urine Nunung cukup tinggi. Karena, jika test urine dilakukan setelah 2-3 hari usai mengkonsumsi narkoba, kadar metamfetamin sulit untuk ditemukan. Namun, pada urine Nunung justru berbeda atau masih ditemukan kadar metamfetamin.

"Namun masih kita ketemukan hari ke lima (usia mengkonsumsi sabu) kadarnya cukup tinggi," ungkapnya.

Seperti diketahui, Nunung ditangkap bersama dengan suaminya di kediamannya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (19/7). Saat digeledah ditemukan narkotika jenis sabu seberat 0,36 gram. Hasil tes urine, Nunung dan Iyan positif.

Polisi menyita sejumlah barang bukti yakni tiga buah sedotan plastik untuk menggunakan sabu, satu buah sedotan plastik sendok sabu, satu buah botol larutan cap kaki tiga untuk bong memakai sabu, potongan pecahan pipet kaca, satu buah korek api gas, empat buah telepon genggam.

Ketiganya dijerat Pasal 114 ayat 2 sub pasal 122 ayat 2 juncto 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman lima tahun penjara. Dan polisi pun akan menahan ketiganya untuk proses penyidikan. [ray]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini