Hasil Survei Haji 2019 Sangat Memuaskan, Menag Ingin Tingkatkan Kualitas Substansi

Kamis, 17 Oktober 2019 15:11 Reporter : Yunita Amalia
Hasil Survei Haji 2019 Sangat Memuaskan, Menag Ingin Tingkatkan Kualitas Substansi Menag Lukman Hakim Saifuddin. ©2019 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin ingin mengoptimalkan kualitas manasik haji pada pelaksanaan ibadah haji 2020, meski ia enggan memastikan tetap atau tidaknya menjabat sebagai Menteri.

"Kita ingin ada nilai plus pemahaman keagamaan semakin luas dan mendalam. Manasik haji bukan sekadar tata cara. Tapi kita juga harus mengetahui substansi haji itu apa," kata Lukman saat menghadiri konferensi pers penyampaian hasil survei indeks kepuasan penyelenggaraan haji 1440 H/2019 M di kantor Badan Pusat Statistik (BPS), Jakarta, Kamis (17/10).

Politisi PPP itu mengatakan kualitas pemahaman jemaah haji perlu ditingkatkan dengan harapan haji yang mabrur dapat dipahami oleh para jemaah. Tentunya, kata Lukman, peningkatan pelayanan lainnya terhadap para jemaah harus terus dilakukan.

Salah satu pelayanan yang disoroti Kemenag untuk segera ditingkatkan adalah ketersediaan tenda, kecukupan katering bagi para jemaah di Mina.

Ia mengaku telah berkomunikasi dengan pihak pemerintah Arab Saudi mengenai ketersediaan tenda bagi para jemaah Indonesia. Namun, andaikata tidak ada respon dari Arab, pemerintah Indonesia mengusulkan agar jemaah bisa menetap di hotel terdekat dari lokasi lempar jumrah.

"Jadi sejak awal hotelnya dekat jamarat mereka tidak tinggal di Mina, mereka tetap tinggal di hotel sehingga jatah tenda mereka bisa dimanfaatkan dengan yang lain," tuturnya.

Diketahui, survei atas indeks kepuasan penyelenggaraan ibadah haji 2019 sebesar 85,91 persen. Angka ini tertinggi sepanjang pelaksanaan ibadah haji pada 2010.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan tingkat kepuasan jemaah haji pada 2010 hingga 2014 fluktuatif. Hingga 2015 sampai 2019 angka kepuasan jemaah terus meningkat.

Pada pelaksanaan haji 2017 tingkat kepuasan sebesar 84,85 persen, setahun kemudian naik 0,38 persen menjadi 85,23 persen, tahun berikutnya kembali naik 0,68 persen menjadi 85,91 persen.

Suhariyanto mengatakan aspek penilaian terhadap survei tersebut mencakup tujuh variabel yakni pelayanan petugas haji, pelayanan ibadah, pelayanan transportasi bus, pelayanan akomodasi, pelayanan katering, pelayanan kesehatan, dan pelayanan lain-lain.

Dari tujuh variabel, Suhariyanto menuturkan prosentase kepuasan tertinggi ada pada pelayanan transportasi bus salawat. Pelayanan itu mendapat kepuasan 88,05 persen dari jemaah.

Setelah pelayanan bus salawat, nilai kepuasan dengan prosentase tinggi adalah pelayanan ibadah dengan angka 87,77 persen, petugas katering 87,72 persen, pelayanan petugas haji 87,66 persen, pelayanan bus antar kota 87,35 persen.

"Kemudian ada pelayanan hotel 87,21 persen, dan lain-lain 85,41 persen," ujarnya.

Kendati demikian, menterengnya indeks kepuasan jemaah tak berarti ketiadaan kurangnya pelayanan di beberapa sektor.

Suhariyanto mengatakan, meski pelayanan katering mendapat indeks kepuasan tinggi namun masih ada catatan yang perlu ditingkatkan oleh Kementerian Agama sebagai regulator pelaksanaan haji.

Di wilayah Arafah, Muzdalifah, dan Mina pelayanan katering mendapat usulan agar ditingkatkan dari segi kecukupan porsi.

"Pelayanan katering di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) mengalami perubahan indeks. Pada 2018 indeks kepuasan atas kecukupan porsi sebesar 90,51 persen sementara 2019 turun 0,39 persen menjadi 87,40 persen," kata dia.

Penurunan itu dirasa wajar mengingat pemerintah Indonesia tidak memiliki otoritas penuh terhadap pelayanan katering di wilayah Armuzna.

Selain pelayanan katering, ketersediaan tenda di wilayah Armuzna dikatakan Suhariyanto tidak memiliki prosentase besar karena pemerintah Saudi Arabia turut andil mengatur di dalamnya. "Untuk tenda di Armuzna 76,92 persen," ujarnya.

Atas hasil itu, Suhariyanto mengucapkan apresiasi kepada Kementerian Agama. "Indeks ini indeks tertinggi sejak 2010," tukasnya. [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini