Hasil Pemeriksaan Forensik, Remaja OR Tewas Bukan Karena Hexymer

Senin, 6 Juli 2020 11:50 Reporter : Kirom
Hasil Pemeriksaan Forensik, Remaja OR Tewas Bukan Karena Hexymer Pelaku pemerkosaan remaja di Tangerang. ©2020 Merdeka.com/Kirom

Merdeka.com - Tewasnya remaja OR (16) usai diperkosa delapan orang tersangka di Desa Cihuni, Pagedangan, Tangerang, dipastikan bukan karena dicekoki obat Hexymer. Kesimpulan itu berdasarkan pemeriksaan labfor dan autopsi yang dilakukan pada 17 Juni silam.

"Hasilnya menyatakan tidak ditemukan zat itu (hexymer)," ungkap Kapolsek Pagedangan AKP Efri di Mapolsek Pagedangan Senin (6/7).

Dia menambahkan, hasil pemeriksaan forensik menunjukkan kandungan zat hexymer yang ada dalam tubuh korban sudah hilang. Diduga karena selang waktu kejadian hingga korban sakit dan meninggal dunia kemudian proses autopsi terjeda cukup lama.

"Jadi Hexymer itu sudah tidak ada dalam tubuhnya. Jadi kalau selama ini teman-teman tanya penyebab meninggalnya adalah Hexymer, itu bukan," ucap dia.

Menurutnya, saat proses autopsi dilakukan pada korban, tim labfor memeriksa dua organ tubuh berupa hati dan empedu.

"Penyebabnya dimungkinkan karena larut dengan makanan dan minuman yang dikonsumsi korban. Karena jeda waktu sangat lama. Itu pada dua organ tubuh korban hati dan empedunya," kata dia.

Sebelumnya, OR anak remaja di Serpong Utara, tewas usai dicekoki tiga pil hexymer sekaligus dan diperkosa bergiliran oleh 8 orang tersangka warga Cihuni, Pagedangan.

Sampai saat ini, sudah 7 orang tersangka diamankan Polsek Pagedangan, sementara satu pelaku lain berinisial RI masih dalam pencarian.

"Satu DPO dalam kasus ini masih dalam pengejaran, mohon doanya pelaku bisa cepat kami amankan," tandas dia. [lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini