Hasil Investigasi Komnas HAM atas Tragedi Kanjuruhan

Rabu, 5 Oktober 2022 21:02 Reporter : Bachtiarudin Alam
Hasil Investigasi Komnas HAM atas Tragedi Kanjuruhan Tragedi Kanjuruhan. ©YouTube/Liputan6

Merdeka.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengungkap temuan dari hasil investigasi yang berbuntut tragedi berdarah di Stadion Kanjuruhan dengan ratusan korban berjatuhan.

Kepada Komnas HAM, para suporter dan pemain Arema Malang mengaku tidak ada niat untuk membuat kericuhan. Karena disebut dikala ada suporter yang masuk kelapangan, ternyata hanya untuk memberikan semangat kepada para pemain usai dikalahkan.

"Jadi mereka merangsek itu memang mau memberikan semangat, berkomunikasi dengan pemain. Kami kroscek ke para suporternya, bilangnya ya kami kan mau kasih semangat walaupun mereka kalah. Ini satu jiwa. Ayo Arema jangan menyerah," kata Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam dalam keterangannya, Rabu (5/10).

Anam mengatakan bahwa pengakuan dari Aremania itu kemudian dikonfirmasi Komnas HAM kepada para pemain Arema. Terutama mereka yang terakhir kali meninggalkan lapangan usai tim idola mereka ditekuk oleh Persebaya.

"Ketika kami kroscek kalimat-kalimat itu juga berdialog dengan teman-teman pemain terutama pemain yang terakhir meninggalkan lapangan, itu juga disampaikan (kalimat semangat dari Aremania)," sebutnya.

Bahkan, lanjut Anam, Komnas HAM juga mendapatkan bukti sebuah video dari salah satu pemain yang memperlihatkan dirinya dirangkul oleh Aremania dikala para suporter merangsek masuk.

"Ini saya Mas, ketika saya dirangkul oleh suporter, kami pelukan dan ada satu komunikasi bahwa ini satu jiwa. Ayo jangan menyerah, jangan menyerah," kata Anam sembari ucapkan apa yang disampaikan pemain itu.

2 dari 3 halaman

Bahkan, Anam mengatakan jika dari hasil investigasinya ditemukan kalau para pemain Arema tidak ada yang mengalami luka-luka ketika kerusuhan pecah di Stadion Kanjuruhan.

"Jadi tidak ada pemain yang luka. Jadi kalau ada informasi yang bilang bahwa suporter kesana mau menyerang pemain, itu bilang bahwa itu tidak seperti itu. Dan suporternya juga bilang bahwa tidak seperti itu," kata Anam.

Bagi Komnas HAM pengakuan dari suporter dan para pemain Arema menjadi dinamika yang sangat penting untuk ditindaklanjuti guna mengungkap Tragedi Kanjuruhan.

"Kami sedang menelusuri secara mendalam. Karena ada konstrain waktu, sekian menit itu, di lapangan. Itu sebenarnya cukup terkendali kondisinya kalau kita lihat video, informasi keterangan dari supporter, dari perangkat pertandingan, termasuk dari pemain," ucap Anam.

"Itu sebenarnya sekian menit itu kondisi lapangan terkendali. Kami sayangkan ini, kondisi ini kok ricuh. Apalagi kericuhan itu, banyak pihak yang memberikan keterangan kepada kami itu akibat gas air mata," tambah dia.

Hal itu diakui Anam, bahwa faktor gas air mata menjadi salah satu yang membuat suporter kala itu panik hingga berujung jatuhnya korban akibat terhimpit ketika mencari jalan keluar.

"Gas air mata-lah yang membuat panik dan sebagainya, sehingga ada terkonsentrasi di sana di beberapa titik pintu. Ada pintu yang terbuka sempit. Terus ada pintu yang tertutup. Itulah yang membuat banyak jatuh korban," tuturnya.

3 dari 3 halaman

Total Korban Meninggal 131 Jiwa

Sebelumnya, Polri telah memperbaharui data jumlah korban meninggal dunia pada tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Saat ini korban meninggal dunia menjadi 131 jiwa.

"Ya setelah semalam dilakukan coklit bersama Kadinkes, tim DVI dan direktur RS jumlah korban meninggal dunia 131 orang," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo, Rabu (5/10).

Dedi menjelaskan bahwa penambahan korban meninggal ini disebabkan adanya korban yang tidak terdata oleh pihak rumah sakit.

"Penambahan data yang meninggal di non faskes. Karena tim mendatanya korban yg di bawa ke RS," imbuhnya.

Walau belum dirinci kembali untuk data korban lain seperti korban luka ringan maupun korban luka berat. Namun telah ada data sebelumnya. Kepolisian telah mencatat sebanyak 455 jiwa dengan rincian 125 tewas, 21 luka berat, dan 304 luka ringan. [ded]

Baca juga:
Komnas HAM Ungkap Kondisi Jenazah Tragedi Kanjuruhan: Wajah Lebam hingga Rahang Patah
Duka dan Trauma Andi Hariyanto Kehilangan Istri-Anak di Tragedi Kanjuruhan
Iwan Bule Respons Tuntutan Mundur sebagai Ketua PSSI Buntut Tragedi Kanjuruhan (uds)
Wajah Sedih Jokowi Berbincang dengan Korban Kericuhan Stadion Kanjuruhan
Jokowi Bicara Pintu Maut Stadion Kanjuruhan: Pintu Terkunci, Tangga Terlalu Tajam
Usai Tragedi Kanjuruhan, Jokowi: FIFA Siap Bantu Perbaiki Sepak Bola Indonesia

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini