Hari perempuan internasional, Khofifah minta kaum hawa tingkatkan kompetensi

Kamis, 8 Maret 2018 16:31 Reporter : Mardani
Khofifah di pasar Meganti. ©2018 Merdeka.com/Mochammad Andriansyah

Merdeka.com - Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak kaum perempuan meningkatkan kompetensi diri untuk bisa meraih yang dicita-citakan. Menurutnya, hari perempuan internasional yang diperingati hari ini, berawal dari kondisi pekerja perempuan di New York yang tidak mendapatkan perlindungan dengan baik.

Dia menegaskan, kesejahteraan kaum perempuan harus mendapat perhatian khusus. "Hari ini kita masih harus bekerja keras untuk menyempurnakan perlindungan tenaga kerja wanita, baik upahnya, kesejahteraannya, hak kesehatan reproduksinya dan lainnya," kata Khofifah, Kamis (8/3).

Menurutnya, kaum hawa mendapat dampak besar atas ketimpangan dan kemiskinan suatu daerah. Dia menegaskan kemiskinan masih menjadi pekerjaan rumah, terutama kemiskinan di pedesaan Jawa Timur.

"Merujuk data terbaru badan Pusat Statistik per September 2017, yang diakses pada Sabtu (3/3/2018), jumlah penduduk miskin di Jawa Timur masih mencapai 4.405,27 ribu jiwa atau di kisaran 11,20 persen jumlah penduduk," katanya.

Kemudian, kata dia, tingkat ketimpangan per September 2017 tercatat sebesar 0,415. Angka ini meningkat sebesar 0,019 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio Maret 2017 yang sebesar 0,396. Ketimpangan perkotaan pada September 2017 tercatat sebesar 0,442, naik dibandingkan Gini Ratio Maret 2017, sebesar 0,418. Sedangkan Gini Ratio di daerah perdesaan pada September 2017 tercatat sebesar 0,317 turun dibandingkan Gini Ratio Maret 2017 yang sebesar 0,326.

Khofifah mengaku telah menyiapkan program khusus pro perempuan buat melindungi kaum hawa dari dampak besarnya ketimpangan. Dia menargetkan menurunkan angka kematian ibu dan bayi, penguatan keterampilan bagi perempuan, hingga ekonomi dan bantuan modal usaha perempuan.

"Bagi Indonesia dan khususnya Jawa Timur kita maksimalkan perlindungan perempuan agar terhindar dari kekerasan terutama kekerasan seksual. Kita tingkatkan perlindungan kesehatan reproduksinya, pemenuhan hak dasarnya baik pendidikan, kesehatan maupun pendapatan," katanya.

Mantan Menteri Sosial ini mengatakan, kaum perempuan memiliki peran penting untuk menjaga keberlangsungan sebuah lingkungan, termasuk menjaga persatuan bangsa dan negara.

"Khofifah-Emil menyiapkan program khusus untuk memberi perlindungan terhadap kaum perempuan. Komitmen itu termaktub dalam 9 program unggulan Khofifah-Emil; Nawa Bhakti Satya, Jatim Sejahtera dan Jatim Berdaya," katanya.

Dia menjelaskan, dalam Bhakti ke-1, Jatim Sejahtera, Khofifah-Emil berkomitmen mengentaskan kemiskinan dengan PKH Plus untuk penduduk miskin, disabilitas, lansia terlantar, perempuan kepala keluarga rentan di 38 kabupaten/kota melalui subsidi provinsi anggaran yang mengikuti peningkatan pendapatan APBD provinsi.

Sementara dalam Jatim berdaya, Khofifah menggagas agar perempuan bisa berdaya melalui koperasi. [dan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini