Hari Nyepi, 422 jadwal penerbangan di Bandara Ngurah Rai ditiadakan

Senin, 16 Maret 2015 10:36 Reporter : Gede Nadi Jaya
Hari Nyepi, 422 jadwal penerbangan di Bandara Ngurah Rai ditiadakan bandara ngurah rai bali. ©2014 merdeka.com/faisal assegaf

Merdeka.com - Seperti pada tahun sebelumnya, saat pelaksanaan Nyepi 21 Maret, hari Sabtu bandara Internasional Ngurah Rai akan tutup selama 24 jam. Sebanyak 422 penerbangan berjadwal akan ditiadakan saat itu.

Dari 422 penerbangan yang ditiadakan, dikatakan CO General Manager PT Angkasa Pura I (persero) Bandara Ngurah Rai, I Gusti Ngurah Ardita, bahwa ada keberangkatan Internasional dan domestik. Setidaknya ada 252 jadwal penerbangan untuk domestik dan 164 penerbangan untuk domestik.

"Total seluruhnya ada 422 jadwal penerbangan kita tiadakan. Ini sudah menjadi kegiatan rutin setiap tahunnya dalam pelaksanaan Nyepi, sesuai dengan surat edaran dari Dirjen Perhubungan," kata Ardita, Senin (16/3) di gedung PAP I Ngurah Rai, Kuta Bali.

Ditutupnya segala aktivitas penerbangan di Bandara Ngurah Rai, dikatakan Ardita sudah terjadi sejak tahun 2000. "Sejak tahun 2000 Airport Ngurah Rai menutup total segala aktivitas. Baik itu yang berangkat maupun yang datang," imbuhnya.


Lanjutnya, Bandara Ngurah Rai hanya menyiapkan khusus untuk emergency. Sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), pihak PAP sudah menyiapkan dan memperhitungkan bilamana ada situasi darurat yang memungkinkan harus terbang ataupun pendaratan.

Untuk memastikan kelancaran dan keamanan pelaksana Nyepi di lingkup Bandara Ngurah Rai, diakuinya telah melakukan kerjasama dengan Air Navigation telah mengirimkan NOTAMN (Notice to Airman) ke maskapai penerbangan dan Airport di seluruh dunia.

"Penutupan pemberangkatan dan pendaratan akan dimulai pada Sabtu 21 Maret pukul, 06.00 WITA hingga hari esoknya pukul 06.00 WITA," ujarnya dan memastikan bahwa penerbangan terakhir dari Bali menuju ke Korea, pada 21 Maret pukul 03.00 WITA.

Jadwal penerbangan di Bandara Ngurah Rai setidaknya masih ada toleransi, dari jadwal penyepian yang diterapkan oleh desa adat di Bali, yang di mulai pada pukul 00.00 WITA dini hari Sabtu 21 Maret dan berakhir pada Minggu 22 Maret, pukul 06.00 WITA.

"Kita sudah lakukan koordinasi dengan pihak adat setempat dalam hal ini para pecalang, terkait masih diberikannya kesempatan untuk dimulainya total non aktivitas pada pukul 06.00 WITA," tukasnya. [hhw]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini