Hari ini, JK akan 'kawinkan' api Asian Games dari India dan Mrapen di Candi Prambanan

Rabu, 18 Juli 2018 05:31 Reporter : Purnomo Edi
Hari ini, JK akan 'kawinkan' api Asian Games dari India dan Mrapen di Candi Prambanan Api obor Asian Games 2018. ©2018 Merdeka.com/Purnomo Edi

Merdeka.com - Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK) dijadwalkan akan mempertemukan api Asian Games dari India dengan api dari Mrapen, Purwodadi, Jawa Tengah. Proses penyatuan dua api itu akan dilakukan di Candi Prambanan pada Rabu (18/7) pagi ini.

Ketua Inasgoc, Erick Thohir, mengatakan api dari Mrapen, Purwodadi, Jawa Tengah akan diambil pukul 07.00 WIB.

"Pengambilan api Mrapen akan dilakukan oleh Ibu Puan Maharani. Direncanakan akan dilakukan pukul 7 pagi," ujar Erick Thohir di Museum Dirgantara AU, Selasa (17/7) malam.

Kemudian, api dari Mrapen akan dibawa ke Candi Prambanan. Setelah itu. api dari Mrapen akan dipersatukan dengan api dari India.

"Pak Wapres (Jusuf Kalla) yang akan menyatukan. Acara akan dimulai pukul 7 malam," ungkap Erick Thohir.

Erick Thohir menambahkan, api yang telah dipersatukan akan dibawa ke Kraton Yogyakarta dan menginap di sana. Pada Kamis (19/7) pagi, api dikirab ke sejumlah titik di Yogyakarta.

"Setelahnya akan dibawa ke 53 kota. (Api) akan menempuh jarak 18.000 kilometer. Dijadwalkan akan tiba di Jakarta saat pembukaan," tutup Erick Thohir.

Sebagaimana diberitakan, api obor Asian Games 2018 diambil langsung dari India. Api itu tiba pertama kali di Indonesia dan mendarat di Yogyakarta pada Selasa (17/7) hari ini sekitar pukul 08.00 WIB.

Api dibawa oleh legenda bulutangkis Indonesia, Susi Susanti. Dibantu oleh tim dari TNI AU, api obor Asian Games dari India ini diterbangkan ke Indonesia menggunakan pesawat Boeing 737.

Api tetap menyala walau dibawa menggunakan pesawat

KSAU Marsekal Yuyu Sutisna memastikan api dari India itu selalu menyala dan tak pernah padam meskipun diangkut menggunakan pesawat. Api Asian Games itu ditempatkan di wadah khusus yang bernama Tinder Box.

"Menyala terus. Tidak mati. Dibawa pakai alat khusus," ujar Yuyu Sutisna di Museum Dirgantara AU, Selasa (17/7).

Sutisna mengatakan, tinder box yang dipakai sebagai wadah api dari India itu berbahan bakar gas. Setiap kali gas habis, akan diisi kembali.

"Sekali mengisi bisa kuat sampai 10 jam. Menyalanya pakai gas," tutur Yuyu Sutisna.

Sementara itu menurut brand ambassador Asian Games 2018, Susi Susanti, proses membawa api obor Asian Games sempat mengalami kendala. Kendala ini karena berkaitan dengan membawa api di dalam pesawat.

"Sempat ada kendala. Tapi akhirnya bisa diselesaikan," jelas peraih medali emas cabang bulutangkis Olimpiade 1992. [lia]

Topik berita Terkait:
  1. Asian Games 2018
  2. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini