Harga Tes PCR di Jeddah Rp700 Ribuan, Hanya untuk Penerbangan Internasional

Rabu, 27 Oktober 2021 14:44 Reporter : Yunita Amalia
Harga Tes PCR di Jeddah Rp700 Ribuan, Hanya untuk Penerbangan Internasional Suasana bandara pasca pelarangan mudik dicabut. ©2021 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Pemerintah menerapkan kebijakan wajib tes Polymerase Chain Reaction (PCR) bagi penumpang pesawat. Sayangnya kebijakan ini menuai kritik lantaran dianggap diskriminatif dan menambah biaya perjalanan.

Keluhan juga datang karena harga tes PCR sebesar Rp300.000 masih cukup membebani kantong. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan harga tes PCR di Indonesia sudah sangat murah jika dibandingkan dengan negara-negara lain.

"Harga PCR yang ditentukan Presiden kemarin itu sudah 10 persen paling bawah, paling murah dibandingkan tes PCR di seluruh dunia, di airport-airport," kata Budi dalam konferensi pers, Selasa (26/10).

Pernyataan Budi tersebut kiranya ada benarnya, jika merujuk dengan cerita Febby (27) warga negara Indonesia yang sudah bermukim di Jeddah, Arab Saudi hampir 5 tahun.

Ia mengatakan biaya tes PCR untuk penerbangan internasional sekitar SAR190. Jika dikonversi ke rupiah dengan nilai SAR1 adalah Rp3.750, maka biaya satu kali tes PCR di Jeddah sekitar Rp712.500

"Kemarin, teman baru terbang ke Indonesia PCR bayar SAR190," ucap Febi.

Perlu diketahui pula, bahwa kewajiban tes PCR berbayar hanya berlaku untuk perjalanan internasional dengan masa berlaku 72 jam sebelum keberangkatan. Sedangkan untuk perjalanan domestik, otoritas kerajaan tidak mewajibkan adanya tes PCR.

"Perjalanan domestik enggak wajib PCR kecuali luar negeri."

Kerajaan Arab Saudi juga memberikan fasilitas luas bagi warganya jika ingin melakukan tes PCR dengan menggratiskan biaya tes bagi warga yang sekadar ingin memeriksa kesehatannya ataupun kebutuhan yang mengharuskan tes PCR.

Bahkan, Febby mengakui akses untuk mendapatkan sangat mudah. Melalui aplikasi Sehhaty, warga setempat dapat menentukan lokasi, dan waktu yang diinginkan untuk melakukan tes PCR.

"Nanti 12 jam hasilnya langsung kita terima lewat sms," sambungnya.

Kendati demikian, menurut cerita ibu dari dua orang anak ini, tes PCR bukan menjadi syarat wajib bagi masyarakat untuk melakukan aktivitas. Bahkan, ia mengamati mulai jarang warga setempat melakukan tes PCR.

Cukup menunjukan bukti telah tervaksin Covid yang terdata dalam aplikasi Tawakkalna, masyarakat dapat mengunjungi tempat-tempat publik seperti pusat perbelanjaan.

Masyarakat umumnya merujuk polemik harga tes PCR bagi pelaku perjalanan udara lantaran India mencatatkan biaya terendah dalam tes PCR.

Menanggapi itu, Menteri Budi Gunadi Sadikin menjelaskan hal itu disebabkan karena India mampu memproduksi alat kesehatan sendiri. Berbeda dengan Indonesia yang masih bergantung pada alat kesehatan import.

"Memang India negara yang paling murah untuk semua selain China karena memang mereka punya produksi dalam negeri," jelasnya. [bal]

Baca juga:
Pimpinan DPR Minta Pemerintah Kaji Kembali Kewajiban Tes PCR untuk Transportasi Umum
Menengok Tarif PCR di Negara Lain, Benarkah Indonesia Termurah?
Pemerintah Diminta Tiru India Terkait Harga Tes PCR
Tarif Tes PCR di Lion Air, Citilink Hingga Garuda Indonesia, Ada yang Rp250.000
Antigen dan PCR Tidak Efektif untuk Syarat Perjalanan, Ini Penjelasan Pakar UGM

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini