Harga sapi melangit, warga Lamongan tetap antusias 'Matung'

Selasa, 5 Juli 2016 15:04 Reporter : Darmadi Sasongko
Harga sapi melangit, warga Lamongan tetap antusias 'Matung' Tradisi Matung di Malang. ©2016 merdeka.com/darmadi sasongko

Merdeka.com - Kendati harga sapi sangat mahal, warga pesisir Lamongan tetap antusias menjalankan budaya Matung. Warga secara bergotong royong memotong sapi, sebelum kemudian dagingnya dijual pada masyarakat terdekat.

Tidak butuh waktu lama, daging berikut tulang belulang sudah habis terbeli. Warga sekitar, sesuai kebutuhan dan kemampuan akan membeli daging untuk menyambut Idul Fitri.

"Satu desa sini saja sudah ada 5 sapi yang dipatung. Sudah turun-temurun, di desa lain juga ada," kata koordinator Matung, Kasmono warga Dusun Widhe, Desa Sedangharjo, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Selasa (5/7).

Kata Kasmono, harga sapi memang sedang mahal sehingga jatuhnya harga daging di tangan pembeli, agak mahal. Namun demikian kebiasaan matung tetap berjalan seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Ini (sapi) seharga Rp 16 juta. Perkiraan dagingnya 180 Kg. Nanti kulitnya juga akan diambil orang," kata Sumulyo (60) di sela memotong sapi di tempat yang sama.

Mulyo mengaku tidak khawatir daging sapi patungannya tidak sampai habis. Karena daging sudah banyak dipesan jauh-jauh hari. Bahkan beberapa warga tidak kebagian sehingga harus membeli sendiri ke pasar.

"Dari luar desa datang ke sini. Pasti sudah mendengar kalau ada matung di sini. Karena sebelum Ramadan sudah ramah jadi perbincangan," katanya.

Banyak pembeli biasanya memesan bagian khusus, seperti buntut, lidah atau tulangnya. Tetapi karena jumlahnya terbatas dan lebih dahulu dipesan orang lain, akhirnya harus membeli di tempat matung lain.

Budaya matung berkembang di masyarakat pesisir pantai utara, tepatnya di Kabupaten Lamongan. Kebiasaan itu sudah berlangsung secara turun-temurun.

Warga secara bergotong royong menyembelih sapi untuk memenuhi kebutuhan daging menyambut Idul Fitri.‬ Bagi mereka, hidangan Lebaran harus lebih istimewa dari hari biasanya, yang banyak mengosumsi ikan laut.

‪"Kalau sehari-hari kan ikan laut, khusus Idul Fitri makan daging. Walau pun mahal tetap beli," kata Mulyono, warga Lembor, Kecamtan Brondong ini. [bal]

Topik berita Terkait:
  1. Tradisi Unik
  2. Ramadan 2016
  3. Lamongan
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini