Harga jengkol menggila, Ruhut salahkan PKS

Rabu, 5 Juni 2013 20:32 Reporter : Ya'cob Billiocta
Jengkol. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Harga jual jengkol yang menembus Rp 50.000 per kilogram, membuat politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul prihatin. Menurutnya, kenaikan jengkol juga merupakan kesalahan PKS.

"Nah itu dia, juga kesalahan PKS dan oposisi yang mengulur-ulur kenaikan BBM ini, jadi lah para pedagang itu naikkan harga. Mereka kan buying time, akhirnya ada penimbunan," kata Ruhut yang juga anggota Komisi III DPR di Komplek Parlemen, Senayan Jakarta, Rabu (5/6).

Ruhut miris mengetahui harga jengkol mahal. Namun ada juga hikmah di balik naiknya harga jengkol. "Kalau jengkol, kan bisa rusak ginjal. Jadi bisa stop makan jengkol dulu," terangnya.

Kalau disuruh milih antara jengkol dan pete, Ruhut mengaku lebih pilih pete. Karenanya, dia berharap harga pete enggak segila jengkol.

"Harga jengkol boleh naik, tapi pete jangan. Ruhut ini raja pete soalnya. Jadi yah kita kurangin lah konsumsi jengkol," ajak Ruhut.

Seperti diketahui, harga jual jengkol saat ini mencapai Rp 50.000 per kilogram. Harga ini meningkat 100 persen dari harga idealnya sebesar Rp 25.000 per kilogram.

Sejumlah pejabat negara terkesan cuek dengan kenaikan harga ini. Contohnya, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa yang mengatakan belum ada sejarahnya besaran inflasi meningkat karena komoditas jengkol. [ian]

Topik berita Terkait:
  1. Jengkol Mahal
  2. PKS
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.