Harga BBM naik, sejumlah pasar tradisional di Solo sepi

Rabu, 19 November 2014 15:10 Reporter : Arie Sunaryo
Harga BBM naik, sejumlah pasar tradisional di Solo sepi Ilustrasi Pasar. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Sehari pasca-kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) situasi di sejumlah pasar tradisional di Kota Solo sepi. Pantauan di Pasar Gede, suasana tampak lengang.

Padahal pada hari-hari biasanya pasar tradisional yang dibangun semasa Raja Surakarta Paku Buwono X ini, dipadati konsumen dari berbagai kota dan lapisan masyarakat.

Tak hanya sepi, harga sejumlah barang-barang di pasar yang terletak di depan balai kota Solo tersebut juga mulai mengalami kenaikan.

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo (Rudy) yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar, Rabu (19/11), nampak prihatin. Ia sempat berdialog dengan para pedagang, seputar kondisi pasar pasca-kenaikan harga BBM.

Kepada para pedagang, Rudy juga menanyakan harga kebutuhan pokok dan komoditas lainnya serta prediksi harga dalam beberapa waktu ke depan.

"Harga beberapa kebutuhan pokok sudah naik sekitar satu hingga dua minggu lalu. Tapi naiknya karena musim kemarau, jadi produksinya sedikit," ujar Sugiyem, salah seorang pedagang.

Setelah kenaikan harga BBM, kata Sugiyem, terjadi kenaikan lagi. Menurut dia, saat ini harga beras jenis C 4 super yang biasanya mencapai Rp 9.200 per kilogram, sekarang menjadi Rp 10 ribu per kilogram.

Harga sayuran, menurut dia, juga mengalami kenaikan. Harga cabai yang saat ini sudah mencapai Rp 60 ribu per kilogram, padahal, persediaan cukup melimpah.

"Dulu tiap hari hampir tak pernah beristirahat melayani pembeli, tapi dalam dua hari terakhir lebih banyak bersantai, karena arus pembeli menurun drastis," ujarnya.

Mendapatkan keluhan tersebut, Rudy berjanji akan melakukan langkah-langkah koordinasi dengan berbagai pihak terkait. Dia mengaku belum bisa menyimpulkan, penurunan arus konsumen di pasar tradisional sebagai imbas kenaikan harga BBM atau karena faktor lain.

"Secepatnya saya akan rapat dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait guna menemukan solusi terbaik terhadap kondisi pasar tradisional serta persoalan ekonomi rakyat pada umumnya," terang Rudy. [mtf]

Topik berita Terkait:
  1. BBM Naik
  2. Solo
  3. Pasar
  4. BBM Subsidi
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini