KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Hanafi Rais usul RI-Filipina lakukan operasi senyap bebaskan sandera

Senin, 18 April 2016 23:06 Reporter : Dieqy Hasbi Widhana
Hanafi Rais. ©dpr.go.id

Merdeka.com - Wakil Ketua Komisi I DPR Hanafi Rais menilai penyanderaan 10 WNI yang ditambah 4 ABK Malaysia oleh kelompok teroris Abu Sayyaf, sebaiknya diselesaikan melalui operasi senyap militer meski berisiko tinggi.

"Harus ada operasi senyap gabungan antara militer Filipina dan Indonesia untuk pembebasan sandera. Operasi militer bisa efektif tapi risikonya juga tinggi karena sandera bisa dieksekusi jika operasi senyap tersebut terdeteksi oleh penyandera," kata Hanafi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/4).

Wakil ketua Pansus RUU Tindak Pidana Terorisme ini juga menyarankan, jika memang operasi senyap berisiko berat, maka alternatif lainnya mendorong perusahaan tempat para sandera bisa memberi tebusan. Sebab menurutnya perusahaan harus berani bertanggung jawab.

"Cara lain, perusahaan yang ABK-nya disandera sebaiknya selesaikan saja tebusan yang dituntut penyandera dengan jaminan tepat orangnya dan selamat sanderanya. Perusahaan pasti punya asuransi atas resiko keselamatan kapal dan awaknya yang sudah dihitung secara objektif," ujarnya.

‎Seperti diketahui, setelah menyandera 10 WNI yang hingga kini belum diketahui kabarnya, kelompok Islam garis keras Filipina Abu Sayyaf kembali menculik empat anak buah kapal (ABK) asal Malaysia. Media lokal melaporkan, empat awak kapal asal Malaysia itu tengah menyandarkan kapal di wilayah perairan Sabah.

Wilayah ini juga yang diduga dilewati oleh kapal Brahma 12 dan Anand 12 milik Indonesia sebelum dibajak. Komisioner Kepolisian Sabah Abdul Rashid Harun mengatakan otoritasnya tengah melakukan investigasi. Penculikan ABK itu diketahui pada Jumat kemarin.

"Wilayah itu luas dan kami memiliki wewenang di sana. Jadi kami saat ini sedang menyelidiki apakah itu terjadi di perairan Filipina atau Malaysia," kata Abdul kepada media lokal Bernama, yang dikutip oleh Manila Times, Sabtu (2/4). [bal]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.