Hamdan Zoelva temui Kapolri minta penjelasan video viral tentang ormas

Rabu, 31 Januari 2018 12:15 Reporter : Nur Habibie
Hamdan Zoelva temui Kapolri minta penjelasan video viral tentang ormas Hamdan Zoelva. ©2014 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Pakar Hukum Tata Negara, Hamdan Zoelva akan melakukan pertemuan dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Pertemuan itu akan dilakukan oleh dirinya dengan Tito di rumah dinas Jenderal bintang empat tersebut, sekitar pukul 12.00 Wib, di Jalan Pattimura, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

"Iya benar (ke rumah Kapolri)," kata Hamdan saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu (31/1).

Tujuan kunjungan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ke rumah dinas Mantan Kepala BNPT itu untuk membicarakan terkait videio sambutan Tito dalam acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan NU di Kantor PBNU, pada 2016 lalu.

"(Ingin bertemu) itu maslaah video yang viral itu," ujarnya.

Dirinya nanti tak hanya sendiri untuk menemui mantan Kapolda Metro Jaya ini, tapi nantinya akan didampingi oleh para petinggi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Sarikat Islam."DPP Sarikat Islam saja ke rumah Kapolri, ada sekitar 8 orang dari sarikat Islam," ucapnya.

Pertemuan itu juga bertujuan untuk melakukan klarifikasi terkait pidato sambutan Tito saat itu.

"Iya ingin mengklarifikasi, sudah janjiannya jam 12," tandasnya.

Sebelumnya, Wakil Sekjen (Majelis Ulama Indonesia) MUI KH Tengku Zulkarnain membuat surat terbuka untuk Kapolri melalui akun Facebooknya terkait pidato tersebut. Zulkarnain menulis surat terbuka tersebut atas nama warga negara Indonesia tertanggal 29 Januari 2018.

Dalam surat terbuka yang ia tulis di Facebook untuk Kapolri bahwa dirinya kecewa terhadap pernyataan Tito yang tidak menganggap perjuangan umat Islam di luar ormas NU dan Muhammadiyah. Apalagi ada ucapan miring dari Tito terhadap ormas Islam di luar NU dan Muhammadiyah.

"Benar itu saya yang menuliskan. Langsung dengan tangan saya. Saya sangat kecewa dan keberatan atas pidato Kapolri yang saya nilai provokatif, tidak mendidik, buta sejarah, tidak berkeadilan, dan rawan memicu konflik," ujar Zulkarnain saat dikonfirmasi, Selasa (30/1).

Dirinya juga menolak soal rencana Polri yang akan mengumpulkan perwakilan ormas Islam di Indonesia terkait pidato Tito. Menurutnya, pertemuan tersebut juga tidak akan menyelesaikan masalah.

Pertemuan itu juga menurutnya justru akan menimbulkan permasalahan atau persoalan yang baru. Saat ini yang dibutuhkan olehnya adalah sikap keberanian mantan Kepala BNPT untuk meminta maaf kepada umat secara terbuka.

"Saya dan umat sekarang menunggu pernyataan maaf dari Kapolri," tandasnya. [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini